LSM Minta PJTKI Perekrut TKI Ilegal Ditindak

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Lembaga masyarakat sipil Pengembangan Inisiatif Advokasi Rakyat (PIAR) meminta Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera menangkap PT Bukit Mayak Asri (BMA) yang diduga memalsukan dokumen calon tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Sumba Timur. Para calon TKW ini diketahui akan diberangkatkan oleh PT BMA ke Malaysia.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

“Kami minta Polda NTT untuk menangkap pihak-pihak yang bertangung jawab di balik kasus perekrutan calon tenaga kerja asal Sumba Timur yang dokumen paspornya dipalsukan. Ini kejahatan kemanusiaan yang dilakukan PT BMA terhadap anak-anak NTT," kata Direktur PIAR Sarah Leri Mboeik, seperti dilansir dari Antara, Selasa (9/7).

Sarah menjelaskan, PT BMA yang merupakan salah satu PJTKI di NTT ini telah memalsukan dokumen kependudukan agar dapat memberangkatkan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. PT BMA melakukan pemalsuan dokumen kependudukan agar para calon tenaga kerja bisa mendapatkan paspor.

Yang mengherankannya, kata Sarah, pihak imigrasi justru menerbitkan paspor bagi para calon TKI tersebut. Padahal dokumen yang diserahkan oleh PJTKI itu adalah palsu.

"Setelah kami melakukan pengecekan ternyata dokumen kependudukan belasan calon TKW dipalsukan. Anehnya lagi imigrasi terbitkan paspor padahal jelas dokumen kependudukan milik para calon TKI yang dipalsukan," kata Sarah.

Kasus ini terungkap setelah calon tenaga kerja yang direkrut secara ilegal ini berhasil melarikan diri dari penyekapan yang dilakukan PT BMA. Sarah mengatakan, saat ini para korban ditampung di lembaga gereja GMIT Kupang.

Sarah mengatakan, sebelumnya PT BMA pernah terlibat dalam skandal pengiriman TKI ilegal di NTT. Oleh karena itu, mantan anggota DPD asal NTT ini meminta agar pihak berwajib serius untuk mengungkap kasus pengiriman TKI Ilegal.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Polisi harus menangkap pelaku utamanya karena melibatkan jaringan yang terorganisir. Bayangkan jika belasan TKW itu berhasil dikirim ke Malaysia maka dipastikan nasibnya menjadi tidak jelas," tegasnya.

Sementara itu, Wadirkrimum Polda NTT, AKBP Anton C Nugroho mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini.  "Kasus itu masih kami kembangkan. Kendati demikian telah ditemukan adanya pemalsuan dokumen yang dilakukan perekrut dalam merekrut beberapa calon tenaga kerja asal Sumba Timur," katanya.

Sumber:validnews

No comments

Powered by Blogger.