Menganyam Untung dari Berjualan Rotan di Media Sosial


https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Bisnis kerajinan rotan mulai menarik banyak minat pengusaha kecil. Tak seperti kerajinan kecil pada umumnya, kerajinan ini bisa mendatangkan ratusan juta omzet dalam setahun. Bisnis rajutan dan hand made ini bisa membuat beberapa produk seperti kursi, meja, tempat tisu dan kreasi lain.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Beberapa pemain bisnis tersebut seperti Usi Zain, pemilik Chicmade.art yang memulai bisnis kerajinan rotan sejak tahun 2015 di Indramayu, Jawa Barat. Ia menyatakan tertarik bisnis ini karena hobi dengan kerajinan tangan.

Usi juga mulai berjualan secara daring atau online lewat media sosial (medsos) seperti Instagram. Adapun beberapa konsumennya juga datang dari Aceh, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga ke Papua.

Ia membanderol produknya mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 140.000 per unit. "Produk-produk kami mulai dari aksesori rumah dan perabot rumah tangga," terang Usi dilansir dari Kontan pekan lalu.

Untuk aksesori rumah tangga seperti tempat tisu, Usi bisa menghabiskan waktu pengerjaannya selama satu minggu. Rata-rata pembuatan produk-produk nya kisaran satu hingga tiga minggu. Jadi produk-produk yang dibuat memang menggunakan sistem pre-order. Kebanyakan, permintaan juga dijadikan sebagai suvenir pernikahan.

Ia juga memperkirakan permintaan produk kerajinan rotan sekitar 30 pesanan sebulan. Apalagi menjelang hari Lebaran, dia mengaku bisa dua kali lipat lebih banyak dari bulan biasanya. Untuk menaikan jumlah pesanan dan bisnisnya, ia akan mengedukasi masyarakat terhadap kerajinan rotan yang unik lewat sosial media. "Mungkin kita juga akan ikut-ikut bazar," katanya.

Dari bazar seperti ini, dia mampu mengantongi omzet sekitar Rp 75 juta hingga ratusan juta dalam setahun.

Pemain lainnya, Bambang Hermanto pemilik akun instagram @rotanmurah yang berbisnis sejak tahun 2014. Produknya juga beraneka ragam seperti hampers, celengan rotan, keranjang rotan, dan lain sebagainya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Ia membanderol harga per produknya mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 200.000 per produk. Tergantung seberapa sulit pengerjaannya. Bambang juga mengatakan dirinya hanya berjualan secara daring saja, karena belum memiliki toko offline. Omzet yang ia kantongi bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta per tahun, bahkan lebih dari angka tersebut bila jelang idul Fitri.

"Selama ini jualannya hanya secara online saja, karena belum punya toko," kata Bambang.

Meski hanya berjualan lewat internet, Bambang bisa menerima banyak pesanan kerajinan rotan dari berbagai wilayah di Tanah Air seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga ke Papua dan wilayah lain. 

Sumber:kontan

No comments

Powered by Blogger.