SBMI Terima Laporan Ada TKI Disiram Air Panas

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Puyuh Koneng, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebak wangi diduga mendapatkan penyiksaan dengan cara dipukul dan disiram air panas dan minyak panas oleh majikannya di Riyadh. Sampai saat ini korban yang berangkat pada 28 Oktober 2018 ini masih belum bisa melarikan diri dari rumah majikannya tersebut.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Provinsi Banten Maftuh Hafi Salim mengatakan, TKI tersebut sudah berangkat pada 28 Oktober 2018 melalui Bandara Soekarno Hatta oleh sponsor dan agensi dari Jakarta. "Dia bekerja di Riyadh selama 8 bulan. Terakhir komunikasi 6 hari lalu, dia menceritakan kejadian yang dialaminya," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin, Jumat 5 Juli 2019.

Maftuh mengatakan, selama berada di timur tengah, korban diinformasikan bekerja selama 24 jam penuh dan tidak boleh beristirahat. Bahkan, korban tidak diberi makan.

Selain itu, lanjut dia, korban juga kerap mendapatkan perlakuan kasar dari majikannya. Korban disiksa dengan cara disiram air panas, minyak panas dan dipukul dengan alat dapur oleh majikannya. "Yang bersangkutan diancam oleh majikannya, jika melapor ke pihak terkait atau KBRI dia akan disekap dan dibunuh," tuturnya.

Maftuh mengatakan, saat ini korban dalam kondisi sakit, kurus kering akibat tidak diberi makan dan mengalami penyiksaan setiap hari.  "Pernah melapor kepihak sponsor dan tidak ditanggapi," ucapnya
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Ia mengatakan, SBMI akan tetap berupaya mendampingi korban meski diakuinya untuk mengangkat kasusnya ke ranah hukum akan sulit. "Penyelamatan TKI yang utama saya fokuskan agar bisa keluar dari rumah majikan," katanya.

Saat ini, kata dia, SBMI Banten dengan DPLN SBMI Riyadh sedang berusaha menyelamatkan TKI dari rumah majikannya. "Yah tentunya ini sangat berisiko besar terhadap keselamatan SBMI di Riyadh. SBMI Riyadh akan meminta perlindungan kepada KBRI agar penyelamatan ini bisa dibantu dengan pihak kepolisian setempat," ucapnya.

Sumber:pikiran-rakyat

No comments

Powered by Blogger.