Tragis, TKW Asal Majalengka Pulang Dalam Kondisi Kritis

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW), Tasini (41) warga Blok Loji, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, akhirnya berhasil di pulangkan. Namun, kondisi tubuhnya kritis terdapat luka memar pada bagian anggota tubuhnya.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Dinas Tenaga Kerja dan Industri (Dinaskerin) Majalengka melalui Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga kerja yang disampaikan Kasi Pelatihan Wahyu Sudianto didampingi Kasi Penempatan, Ila Indansyah membenarkan akan hal tersebut.

“Pihak kami mendapat informasi, Jumat (05/07) dini hari dari BNP2TKI bahwa ada kepulangan TKW non prosedural asal Kabupaten Majalengka yang dipulangkan oleh majikannya. Namun kondisi fisiknya terdapat luka lebam yang diduga telah terjadi penganiayaan terhadap dirinya.” ungkapnya. Jumat, (05/07/2019)

Wahyu menambahkan, lalu kami menjemputnya hingga ke daerah Cikampek dan menyerahkan kepihak keluarga. Tadinya mau langsung dibawa ke RS setempat untuk mendapatkan penanganan medis, pasalnya kondisinya kritis.

“Dari pengakuan keluarga Tasini, bahwa selama bekerja dirinya sering bercerita kerap mendapat siksa oleh majikan dengan menggunakan sebuah tongkat. Selagi tongkat belum hancur secara terus menerus dipukulkan kepadanya,” tuturnya.

Menurutnya, Tasini menjadi TKW tercatat di data kami telah dua kali berangkat secara prosedural namun yang ketiga kalinya pada bulan September tahun 2018 lalu berangkat secara non prosedural ke Negara Saudi. Pengakuan korban, hingga kini terhitung dari delapan bulan bekerja baru mendapatkan gaji selama dua bulan.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

“Kami telah melakukan upaya, yakni telah berkoordinasi dengan pihak terkait bahkan ke Bupati mengenai kasus ini.

Sementara, Tasini telah mendapatkan perawatan pihak RSUD Majalengka.” imbuhnya.Selain itu, diakhir ia juga menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini dengan menghubungi pihak sponsor untuk meminta pertanggung jawaban dan jika perlu memberikan sanksi tegas hingga menutup ijinnya. 

Sumber:

No comments

Powered by Blogger.