Tuduh Istrinya Berselingkuh, Pria di Pakistan Bunuh 9 Anggota Keluarganya

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seorang pria di Pakistan tega membunuh sembilan anggota keluarganya, termasuk istri dan kedua anaknya, setelah menuduh pasangannya berselingkuh. Tersangka yang bernama Muhammad Ajmal, tega melakukan tindakan pembunuhan itu setelah yakin bahwa istrinya, Kiran, telah mengkhianati ikatan pernikahan mereka. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Ajmal bahkan rela kembali dari Arab Saudi, tempatnya bekerja sebagai penjahit, untuk melakukan pembunuhan itu. Demikian kata Imran Mehmood, petugas kepolisian distrik di kota Multan, tempat insiden pembunuhan itu terjadi. "Tersangka kembali dari Arab Saudi sekitar 25 hari lalu. Dia kemudian menembak istri, dua anak mereka, dan enam anggota keluarga sang istri, sebelum membakar jenazah mereka bersama rumah keluarganya," kata pihak polisi, Senin (1/7/2019).

"Tersangka telah mengakui perbuatannya. Ini jelas merupakan pembunuhan yang dilakukan demi menjaga kehormatan," kata Mehmood. "Tersangka melihat foto istrinya sedang bersama dengan pria lain dan yakin jika istrinya telah berselingkuh. Dia tidak menyesali tindakan pembunuhan itu," tambahnya, dikutip Reuters. 

Selain membunuh istri dan kedua anak mereka, tersangka juga membunuh tiga saudara iparnya, dua keponakan, dan ibu mertuanya. "Ajmal dan ayahnya, yang ada bersamanya saat pembunuhan terjadi, telah ditahan dan didakwa dengan pembunuhan," kata Mahmood, menambahkan pihak polisi masih mencari saudara tersangka yang diyakini ikut terlibat. 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Saudara laki-laki Kiran, Ali Raza, mengungkapkan kepada Reuters, tersangka dan istrinya mengalami masalah rumah tangga sejak kembali ke Pakistan dan tinggal bersama keluarganya. "Kini tinggal saya dan ayah saya yang tersisa, seluruh keluarga saya telah pergi," ujarnya. Pakistan telah mengadopsi undang-undang yang melarang tindakan pembunuhan demi kehormatan pada 2016, memberlakukan hukuman berat dan menutup celah hukum yang memungkinkan para pembunuh untuk bebas meski mendapat ampunan dari anggota keluarga korban.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.