Cerita Intan Permata Serunya Jadi MUA di Kampung, Perempuan Viral di Kasus Mas Yusuf



     Beredarnya kisah penipuan yang dilakukan Mbak S terhadap Yusuf membuat geger media sosial. Banyak orang yang ikut prihatin dengan yang dialami Yusuf. Di sisi lain, Intan Permata yang fotonya dipakai Mbak S pun kini jadi sorotan.



Intan Permata pun akhirnya memberi pernyataan kalau dirinya tidak mengenal kedua belah pihak. Dia sangat menyesalkan perbuatan Mbak S yang dengan mudahnya menggunakan foto dirinya tanpa izin untuk menipu orang.

Perempuan asli Brebes, Jawa Tengah, ini pun ikut memberi semangat kepada Yusuf yang telah berjuang mempertaruhkan cintanya dan kandas begitu saja karena tipuan Mbak S.

Sedikit informasi, Yusuf yang bekerja di Korea mesti terbang ke Taiwan untuk mengejar cinta Mbak S. Namun sayang, saat momen pertemuan untuk melangsungkan pernikahan siri terjadi, Yusuf mendapati perempuan yang selama ini dia pacari 2 tahun, wajahnya berbeda. Tidak hanya ditipu foto, Yusuf juga kehilangan uang Rp10 juta karena Mbak S ini.

Terlepas dari kasus viral LDR Taiwan-Korea berujung penipuan, Intan Permata secara khusus menceritakan sisi lainnya yang mungkin belum banyak diketahui publik. Pada Okezone, Intan menjelaskan bagaimana dirinya tertarik dengan dunai makeup artist hingga cerita dia merias sendiri wajahnya saat menikah di 2015.

Merias Pengantin Kampung itu Seharian!

Saat Okezone mewawancarai Intan, dirinya mengaku sedang bekerja. Dia tengah menjadi makeup artist (MUA) untuk pengantin di sebuah kampung di Jawa Tengah. Dia menceritakan, kalau jadi MUA di kampung, mesti seharian penuh stand-by.

Hal ini karena ada banyak adat yang mesti dijalani si pengantin dan secara tidak langsung MUA pun mesti ikut seharian penuh di rumah si pengantin. Ini juga berkaitan dengan pergantian 'look' yang mesti dia kerjakan setiap pengantin ganti baju.

"Kalau si pengantin ganti baju, ya, kita mesti ubah warna lipstik. Jadi, ya, memang harus stand-by terus sampai akhirnya si pengantin 'lepas' baju pengantinnya di hari itu," terang Intan pada Okezone, Kamis pagi (8/8/2019).

Intan coba menjelaskan rangkaian prosesi menikah yang ada di kampungnya dan bagaimana keterlibatan MUA di setiap momennya.

Jadi, di kampung itu berbeda dengan di kota. Mungkin Anda tahunya si MUA akan selesai pekerjaannya setengah hari kalau di kota, tapi di kampung berbeda. Menurut penuturan Intan, MUA mesti ikut sampai tengah malam.

"Di kampung mah, bedak juga harus tahan 24 jam. Soalnya make-up dari jam 4 subuh, lalu akad jam 5 atau 8 pagi. Setelah itu pengantin bakal ganti baju resepsi, biasanya pakai gaun," tutur perempuan berusia 24 tahun itu.

Setelah ganti gaun, sambung Intan, si pengantin akan pergi ke rumah mempelai pria untu melakukan tradisi yang dikenal dengan makan nasi adep-adep. Setelah itu pengantin perempuan pulang lagi.

Belum selesai, pengantin kemudian berganti baju lagi dan foto-foto. Sorenya sekitar pukul 17.00, pengantin akan berganti baju menggunakan pakaian tradisional. Prosesi ini biasanya selesai jam 7 malam.

Kemudian, pengantin akan berganti baju kembali karena akan melakukan tradisi yang disebut dengan Tilik besan. Tradisi ini adalah menyambut tamu dari pihak pria. Acara ini biasanya berlangsung sampai pukul 22.00.

"Kalau ada acara Dangdutan, acara pernikahan baru kelar bisa jam 11 atau 12 malam. Setelah itu semua selesai, pengantin akhirnya lepas baju pernikahannya dan MUA baru selesai tugasnya," terangnya.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.