"Jika Situasi Hong Kong Memburuk, China Tidak Akan Diam dan Duduk Manis"

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Duta Besar China untuk Inggris menerangkan, mereka tidak akan berpangku tangan dan siap "menanganinya" jika krisis di Hong Kong memburuk. "Jika situasi yang ada tidak bisa dihadapi oleh pemerintah Region Administrasi Khusus (SAR), maka China tidak akan diam dan duduk manis," kata Liu Xiaoming.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Kami mempunyai cukup solusi dan cukup kekuatan untuk mengatasi kerusuhan secara mulus," tegasnya dalam konferensi pers dilansir AFP Kamis (15/8/2019). Gambar yang diambil berbagai media menunjukkan ribuan pasukan China melambaikan bendera merah dan berparade di stadion Shenzhen, kota yang berbatasan dengan Hong Kong. 

Puluhan kendaraan lapis baja angkut personel dan truk pendukung suplai juga diparkir di luar stadion. Liu berujar, dia berharap krisis itu bisa berakhir. "Namun, sementara ini kami akan bersiap untuk yang terburuk," ujarnya. Dia melanjutkan dengan memprotes adanya "keterlibatan asing" dalam aksi tersebut. Liu kemudian mendesak pemerintahan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk "bertindak hati-hati". 

"Saya rasa masih ada orang di sini yang masih menganggap Hong Kong bagian dari Kerajaan Inggris," sindirnya. Aksi demo di Hong Kong awalnya menentang usul penerapan UU Ekstradisi. Namun dalam perkembangannya berubah menjadi tuntutan reformasi demokrasi. Pergerakan itu menjadi tantangan besar bagi China sejak mereka menerima Hong Kong dari Inggris pada 1997, dan menjamin kebebasan melalui "satu negara, dua sistem". 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Beijing sempat memperingatkan Inggris untuk tidak ikut campur setelah Menteri Luar Negeri Dominic Raab menelepon Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam. Dalam percakapan telepon, Raab menekankan kepada Lam untuk melakukan dialog politik dan penyelidikan independen yang merupakan tuntutan dari massa pro-demokrasi. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menyebut masa di mana London memerintah Hong Kong sudah usai, meminta supaya Inggris berhenti melakukan "klaim ngawur".

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.