Lanal TBA Amankan Penyeludup Puluhan TKI Ilegal ke Malaysia

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Tanjung-Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai-Asahan (Lanal TBA) berhasil mengamankan kapal motor (KM) yang diduga menyeludupkan 66 tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Penangkapana itu dilakukan oleh Patkamla SSU I-I-54, pada Rabu (7/8/2019) sekira pukul 13.30 WIB pada koordinat 02°51’07” U – 100°03’40” T.

Komandan Lanal Tanjungbalai Asahan Letkol Laut (P) Ropitno, M Tr Hanla, didampingi Pasop Kapten Laut (P) Bentar Ari Wibisono dalam konferensi persnya, Kamis (8/8/2019), di Mako POMAL Jalan Masjid Raya Tanjungbalai mengatakan, semua ini merupakan hasil kerja keras Tim F1QR Lanal TBA dibantu tim Satgas dari Jakarta dan Lant I. “Dalam menjaga situasi keamanan laut, serta mencegah masuknya terorisme dan narkoba melalui jalur laut, Lanal TBA dibantu tim Satgas melaksanakan patroli rutin disepanjang perairan Selat Malaka,” ujar Letkol Laut (P) Ropitno.

Dikatakan Letkol Laut (P) Ropitno dari hasil pemeriksaan dan penyidikan sementara terhadap nakhoda, Heri Irawan,(30) warga Dusun VII Desa Danau Sijabut Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan dan KKM Agam(42) warga Desa Sungai Apung Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan serta ABK Sugianto (29) warga Dusun VI Desa Danau Sijabut Kecamatan Air Batu Kabupaten Asahan, kapal motor tanpa nama yang mereka gunakan merupakan milik saudara Dody yang disewa oleh seseorang bernama Iwan.

Dijelaskannya, KM tanpa nama tersebut berangkat dari Tanjungbalai pada hari Senin 6 Agustus 2019 diawaki oleh Agam (KKM) bersama seseorang yang tidak dikenalnya menuju Sungai Jatuhan Golok Kecamatan Simandulang Kabupaten Labuhanbatu Utara. Sesampainya disana bertemu dengan Heri Irawan (nahkoda) dan Sugianto (ABK) pada Se l asa 7 Agustus 2019. “Mereka disuruh oleh Iwan untuk berangkat ke laut dengan membawa 18 orang TKI ilegal yang akan menuju Malaysia. Dengan dijanjikan jaminan keamanan dan gaji oleh Iwan,” bebernya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Untuk mekanisme pembayaran, ada yang bayar kepada Heri (Nahkoda) ada pula yang ditransfer kepada Iwan melalui agen yang berada di Malaysia. Setelah selesai mengantar maupaun menjemput para TKI ilegal, KM tanpa nama tersebut kembali ke daerah yang memiliki signal komunikasi guna menghubungi Iwan untuk menunggu arahan/perintah (tempat/lokasi menurunkan TKI ilegal tersebut).

“Dalam kasus penyeludupan 66 orang TKI ilegal ini kami menetapkan nakhoda kapal motor  Hery Irawan melanggar UUD Pelayaran, UUD Ketenagakerjaan serta UUD Keimigrasian. Setelah hasil penyidikan dari pihak Lanal TBA nantinya sudah P21, maka akan langsung dilimpahkan kepada pihak Kejaksaan untuk diproses di Pengadilan. Kepada tersangka diancam hukuman penjara minimal selama 5 tahun,” pungkas Letkol Laut (P) Ropitno.

Sumber:pojoksatu

No comments

Powered by Blogger.