Situasi Hong Kong Memanas, Ponsel Warga yang Hendak ke China Daratan Diperiksa

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Seiring peningkatan ketegangan yang terjadi di Hong Kong, dengan gerakan demonstrasi yang semakin kerap diwarnai bentrokan, pemeriksaan di perbatasan dengan China daratan semakin diperketat.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Warga Hong Kong yang mencoba melintasi perbatasan ke China daratan mengatakan bahwa mereka telah diminta untuk menunjukkan ponsel mereka agar petugas dapat memeriksa foto dan video yang berkaitan dengan aksi demonstrasi di Hong Kong. 

Otoritas China daratan juga disebut memeriksa pesan pribadi dalam ponsel mereka di titik-titik kontrol antara Hong Kong dan kota Shenzhen di daratan China.

Ben Crox (38), seorang konsultan teknologi dan hubungan masyarakat, menceritakan bahwa ponselnya sempat diperiksa petugas saat hendak memasuki wilayah China daratan pada 24 Juli. Dia tiba di daerah pelabuhan yang menjadi gerbang masuk China di terminal kereta cepat di wilayah Kowloon Barat saat mendadak diminta oleh petugas untuk menunjukkan ponselnya. 

Crox awalnya menolak perintah untuk menunjukkan isi ponsel dan mengatakan meminta pengacara. Namun, petugas mengatakan bahwa dirinya hanya bisa melakukan sambungan telepon setelah berada di China, sementara permintaannya untuk keluar dari area pelabuhan dan kembali ke Hong Kong juga telah ditolak.

Saat Crox akhirnya menyetujui pemeriksaan ponsel, petugas memeriksa foto dan video sejak  Juni tahun ini. "Petugas juga menanyakan apa yang saya lakukan dan apakah saya bergabung dengan aksi demonstrasi," ujarnya dikutip SCMP. Crox menambahkan bahwa petugas imigrasi juga memeriksa pesan pribadi dan menyita sebuah buku tentang kencan di China modern.

Tiga orang lain juga mengatakan bahwa mereka memiliki pertemuan serupa di titik pengendalian di Lok Ma Chau dan Lo Wu pada Juli dan Agustus. Salah satu dari mereka, yang berusia 21 tahun, mengatakan, para petugas di China daratan secara khusus ingin melihat foto yang diambil pada 1 Juli, 14 Juli, dan 21 Juli, tanggal protes utama yang digelar di Amiralty, Sha Tin, dan Sheung Wan.

Seorang jurnalis media setempat yang meliput demonstrasi anti-UU Ekstradisi mengaku sempat ditanyai petugas saat berada di Teluk Shenzhen. Dia diminta memasuki bilik terpisah dan barang-barangnya diperiksa. 

Dia kemudian diminta memilih bekerja sama dalam pemeriksaan telepon atau dikirim ke departemen lain untuk ditindaklanjuti. "Petugas awalnya memeriksa foto dan video saya satu per satu dan meminta saya menjelaskan apa yang terjadi," ujarnya menambahkan bahwa petugas juga memeriksa pesan di aplikasi WhatsApp. 

Seorang lain, yang mengaku sebagai desainer berusia 29 tahun, mengatakan, saat mencoba menyeberang ke daratan pada 24 Juli, dia dibawa ke sebuah ruangan di pos pemeriksaan Lo Wu. Seorang petugas kemudian memeriksa seluruh foto, termasuk yang diambilnya pada 16 Juni, saat dia turut ambil bagian dari aksi demonstrasi. 

"Mereka bertanya apakah saya mendukung para demonstran dan mengatakan bahwa warga Hong Kong telah disuap atau dimanipulasi pasukan asing," kata dia yang menolak mengungkapkan identitas.

Dia dan empat orang lain kemudian dibawa ke kantor polisi di seberang perbatasan tempat mereka diinterogasi lebih lanjut dan difoto serta diambil sidik jari dan sampel darahnya. Dia akhirnya dilepaskan pada pukul 01.00 setelah sempat ditahan selama enam jam dan menandatangani surat jaminan. Dia juga diminta menghapus seluruh foto dan video aksi demonstrasi.

Menurut Chang Boyang, pengacara hak asasi manusia China, tindakan yang dilakukan petugas imigrasi dengan memeriksa isi ponsel mereka merupakan perbuatan ilegal. "Petugas boleh memeriksa benda-benda milik mereka untuk melihat apakah barang-barang itu barang selundupan. 

https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Tetapi mereka tidak berwenang untuk membaca konten dalam ponsel mereka karena itu akan melanggar hak para pelancong atas privasi dan kebebasan berkomunikasi," kata Chang.

Menurut sumber dari petugas inspeksi perbatasan Shenzhen, dikutip SCMP, pengawasan ekstra itu tidak berlaku untuk semua pelancong. "Hanya mereka yang dianggap 'berisiko' dalam daftar pihak berwenang," kata sumber tanpa menjelaskan lebih lanjut. Badan Imigrasi Nasional dan Stasiun Umum Shenzhen untuk Pintu Keluar dan Masuk Terdepan tidak memberikan tanggapan untuk berkomentar.


Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.