Demonstran Mulai Geruduk Bandara Internasional Hong Kong



     Ratusan demonstran sudah mulai menggeruduk bandara internasional Hong Kong pada hari ini. Mereka akan melakukan aksi untuk menggangu aktivitas penerbangan agar mendapatkan perhatian dunia.



Sebagaiman dilansir dari Reuters pada Minggu (1/9/2019), kereta menuju bandara saat ini sudah ditangguhkan. Lalu lintas nampak padat usai demonstran mendesak masyarakat untuk turut membanjiri jalan dan kereta api ke salah satu bandara tersibuk di dunia itu.

Penggerudukan di bandara itu dilakukan usai polisi dan demonstran bentrok tadi malam. Bentrokan ini adalah kekerasan paling intens sejak kerusuhan meletus pada bulan Juni lalu. Bentrokan ini dipicu kekhawatiran atas Beijing yang berencana untuk mengikis otonomi yang diberikan kepada Hong Kong saat diserahkan kembali ke China dari Inggris di 1997.

China menyangkal tuduhan ikut campur dalam masalah di Hong Kong. Menurut China hal tersebut merupakan urusan internal. Mereka mengecam protes tersebut dan memperingatkan akan ancaman kerusakan ekonomi.

Para pengunjuk rasa di luar bandara, banyak yang memegang payung sembari meneriakkan 'Berjuang untuk kebebasan! Berdiri dengan Hong Kong!'. Sedangkan polisi anti huru hara menyaksikan aksi itu dari dalam gedung terminal.

"Kami berencana untuk mengganggu aktivitas di bandara untuk menarik perhatian pada apa yang pemerintah dan polisi lakukan kepada kami," kata seorang pemrotes berusia 20 tahun, yang enggan namanya disebutkan.

"Jika kita mengganggu bandara, lebih banyak orang asing akan membaca berita tentang Hong Kong," lanjutnya.

Polisi kota mengatakan demonstrasi di bandara itu ilegal dan pengunjuk rasa telah 'melemparkan benda' pada petugas dan menuduh barikade penuh air. Tidak ada laporan langsung terkait korban di bandara.

"Polisi memperingatkan semua pengunjuk rasa untuk menghentikan tindakan ilegal mereka dan segera pergi," kata polisi dalam peryataannya.

Sementara itu beberapa ratus demonstran berkumpul di luar Konsulat Inggris di Hong Kong tengah. Mereka terlihat sedang mengibarkan bendera Union Jack dan meneriakkan "God save the Queen". 

Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.