Kakek di AS Bertahun-tahun Rampok Apartemen Mewah dan Raup Rp 5,5 M



     Seorang kakek di Amerika Serikat (AS) ditangkap setelah merampok apartemen-apartemen mewah selama bertahun-tahun tanpa ketahuan. Dari aksinya itu, kakek berusia 82 tahun ini berhasil merampas perhiasan dan benda berharga senilai total US$ 400 ribu (Rp 5,5 miliar).



Seperti dilansir CNN, Senin (9/9/2019), jaksa setempat menyebut kakek bernama Samuel Sabatino (82) ini sudah 10 kali merampok dalam kurun waktu lima tahun terakhir di New York City dan berhasil meraup hasil sebesar US$ 400 ribu. 

Untuk tahun ini saja, sebut jaksa, Sabatino diyakini telah mencuri benda-benda senilai total US$ 100 ribu (Rp 1,3 miliar) dari tiga apartemen mewah.

Jaksa setempat menyebut, Sabatino mengemudikan mobilnya dari Florida menuju Manhattan, New York -- dan kemungkinan ke negara bagian lainnya -- untuk melakukan perampokan-perampokan tersebut. Sabatino selalu beraksi saat liburan akhir pekan dan menargetkan apartemen-apartemen mewah yang kosong karena ditinggal penghuninya berlibur. Oleh karena itu, dia mendapat julukan 'Holiday Burglar' oleh para penyidik yang menyelidiki kasusnya.

Detektif Kevin Gieras dari Kepolisian New York (NYPD) telah menyelidiki serentetan kasus perampokan sejak tahun 2014. Juru bicara NYPD, Phillip Walzak, menuturkan kepada CNN bahwa rentetan perampokan itu kebanyakan terjadi di dalam gedung-gedung apartemen mewah. 

Sabatino ditangkap akhir pekan lalu di New York City setelah pihak kepolisian lintas negara bagian melakukan penyelidikan dan pelacakan secara menyeluruh. Oleh otoritas setempat, dia dijerat dakwaan perampokan, percobaan perampokan dan pencurian besar-besaran.

"Kami terus mengumpulkan bukti tambahan dan memeriksa insiden-insiden yang terjadi sebelumnya hingga tahun ini dan memperkirakan untuk menjeratkan dakwaan pidana tambahan," demikian bunyi dokumen otoritas setempat soal kasus Sabatino.

Dalam setiap aksinya, Sabatino disebut mampu melewati petugas keamanan atau penjaga pintu apartemen dan masuk ke dalam gedung tanpa dicurigai. 

Menurut dokumen otoritas setempat, Sabatino disebut akan memasuki gedung apartemen mewah yang menjadi targetnya -- kebanyakan di kawasan kelas atas Upper Eastside di Manhattan -- dengan membawa tas warna hitam. Di dalam gedung, dia mendatangi apartemen yang ada di lantai paling atas dan mencari tanda-tanda yang menunjukkan sang penghuni sedang tidak di tempat, seperti koran atau paket yang ditinggal di luar. 

Begitu berhasil masuk ke dalam apartemen, Sabatino akan mencuri jam tangan, cincin kawin, berlian hingga perhiasan emas senilai puluhan ribu dolar AS.

Sabatino memiliki riwayat panjang untuk kasus perampokan. Dia pernah diadili tahun 2001 lalu untuk kasus pidana lainnya. Sejak itu, dia hidup dengan identitas palsu dan dia disebut memiliki banyak alias. Terkait kasus ini, Sabatino ditahan dengan jaminan ditetapkan sebesar US$ 250 ribu. Jika dinyatakan bersalah, Sabatino terancam hukuman maksimum 15 tahun penjara.


Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.