Sambutan iPhone 11 Kurang Meriah di Asia, Kenapa?



      iPhone 11, iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max telah diperkenalkan Apple dengan beragam fitur anyar dan penurunan harga. Akan tetapi, respons dari pasar Asia dinilai biasa-biasa saja.

Dikutip detikINET dari Reuters, iPhone 11 yang dijual USD 50 lebih murah dari iPhone XR kurang ditanggapi dengan meriah oleh user media sosial di pasar Asia yang didominasi oleh vendor semacam Huawei atau Samsung.

Menurunkan harga agaknya salah satu upaya Apple untuk menarik pembeli asal China, di mana penjualan iPhone belakangan melemah, salah satunya karena rasa patriotisme setelah Huawei dijegal pemerintah Amerika Serikat. Tapi hal itu dianggap belum cukup.

"Ponsel baru Apple sama sekali tidak memberikan kejutan. Perubahan nyata hanyalah kamera tambahan di model premium," kata Park Sung soon, analis di Cape Investments & Securities.

"Namun memang tampak menonjol bahwa Apple memangkas harga iPhone sekitar USD 50, yang merupakan hal langka bagi perusahaan itu. Mungkin ditujukan untuk menekan risiko akibat perang dagang Amerika Serikat dan China," tambahnya.

Tidak adanya dukungan 5G di iPhone terbaru menjadi kritik tersendiri. "Karena kita masih harus menunggu setahun untuk 5G, kenapa tidak beli saja Huawei," sebut salah satu netizen China di Weibo.

Sebuah meme beredar di China menampilkan CEO Apple, Tim Cook, pamer fitur baru iPhone dan Richard Yu, CEO Huawei, membalas dengan mengatakan ponsel Huawei sudah punya fitur yang sama selama bertahun-tahun.

"Apple hanya menambahkan satu lagi lensa kamera (di iPhone 11) dan menyebutnya fitur baru, di samping itu harganya masih kemahalan," tulis netizen di Korea Selatan.

Neil Shah, analis pasar di Counterpoint Research menilai bahwa meski harga turun, banderol iPhone anyar tetap lebih mahal dibanding rival. Dikombinasikan dengan alpanya 5G, membuat iPhone berkurang pesonanya khususnya bagi konsumen di China.

Ia memprediksi tahun ini, Apple hanya akan menjual antara 30-35 juta iPhone di Negeri Tirai Bambu, dari sebelumnya bisa tembus sampai 63 juta unit di 2015.

Di India, salah satu pasar yang penting bagi Apple, reaksi pada iPhone baru juga kurang bergairah. "Saya tidak yakin konsumen akan membeli lebih banyak iPhone sekarang hanya karena model baru itu punya lebih banyak kamera," cetus Navkendar Sing, peneliti IDC India.

Konsumen di India menurutnya mungkin akan lebih berminat pada iPhone XR yang sudah turun harga. Masih negara berkembang, rakyat India memang masih sensitif soal harga.

Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.