Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Seorang pria yang jadi pembunuh pacar, dan merupakan penyebab demonstrasi di Hong Kong saat ini, dikabarkan sepakat kembali ke Taiwan. Chan Tong-kai menjadi buruan polisi Taiwan karena membunuh pacarnya yang tengah hamil ketika mereka berlibur di sana Februari 2018 lalu.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Pembunuh 20 tahun itu kembali ke Hong Kong, di mana polisi tak bisa menangkapnya karena tidak ada perjanjian ekstradisi di antara dua wilayah. Pemerintah Hong Kong merespons dengan menggulirkan rancangan UU Ekstradisi, di mana mereka bisa mengekstradisi pelaku termasuk ke China daratan. 

Rancangan itu kemudian menuai reaksi hebat Juni lalu, di mana jutaan orang turun ke jalan melakukan demonstrasi hingga saat ini. Protes yang awalnya menolak UU Ekstradisi meluas menjadi tuntutan demokrasi dan akuntabilitas polisi setelah pemerintah setempat dan China mengambil sikap tegas. 

Kini, Chan yang menjadi asal muasal krisis di salah satu pusat finansial dunia itu mengindikasikan dia siap kembali ke Taiwan untuk menghadapi tuntutan. Saat ini, Chan ditahan setelah terbukti atas dakwaan pencurian harta, dan tidak membantah sudah membunuh sang pacar, Poon Hiu-wing. Diberitakan AFP Jumat (18/10/2019), dia diperkirakan akan bebas pekan depan. Kabar itu diungkapkan pendeta yang mengunjunginya, Peter Koon. 


https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Menurut Kong yang sering mengunjunginya di penjara, Chan berinisiatif untuk menyerahkan dirinya sendiri kepada otoritas Taiwan. "Saya yakin dia akan memegang teguh kata-katanya," terang Kong yang menambahkan, Chan sudah menginstruksikan agar disiapkan tim pengacara. Sang pendeta mengatakan, Chan merasa menyesal kepada keluarga pacarnya, dan ingin meminta maaf karena sudah menyebabkan demonstrasi Hong Kong. Taiwan sedianya bakal memberikan hukuman mati bagi pembunuh. Namun Kong yakin Chan bisa melewatinya jika dia sukarela menyerahkan diri.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.