SBMI Jateng Kawal Pengobatan Lina

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jateng akan terus mengawal pengobatan Lina Setioningsih, TKW korban kekerasan di Singapura hingga ia sembuh dari patah tulang kaki dan bisa beraktifitas lagi.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPW SBMI Jateng Novi Kurniasih disela-sela menunggu kedatangan Lina di bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Rabu (30/10) petang. 

"Kami akan terus mengawal pengobatan Lina hingga sembuh dan bisa beraktifitas kembali. Sepulang dari Singapura, kami akan mengawal agar dia mendapatkan pengobatan lebih intensif dengan menjalani operasi di RS Dr Kariadi Semarang dengan menggunakan askes Tenaga Kerja Indonesia,"jelasnya.

Novi menerangkan sebelumnya pihaknya menerima laporan tentang  kasus Lina Setioningsih, 26 Oktober lalu. Melalui jaringan SBMI di Singapura ia diberi kabar bahwa Pekerja Migran Indonesia menemukan TKW yang dirawat di rumah sakit karena mengalami patah kaki akibat jatuh dari lantai 2 sebuah apartemen di Singapura.

Setelah pihaknya melakukan pengecekan Kamis (24/10), dipastikan bahwa TKW yang menjadi korban tersebut adalah Lina Setioningsih, warga RT2/ RW3 Kelurahan Pelem Jatisrono Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.

Ia menceritakan Lina sebelumnya diterbangkan ke Singapura 2 September lalu oleh perusahaan penyalur TKW dari Ungaran. Selama 5 hari bekerja, Lina mengaku HP dan dokumennya disimpan oleh majikan dan tidak diberikan akses komunikasi dengan siapapun.

Ia juga mengalami over work/jam kerja panjang dari jam 5 pagi hingga 10 malam serta tidak diberikan makan yang cukup. Selain itu, ia juga mengaku mendapat perlakuan kasar dari nenek, majikannya yang kerap menjambak rambutnya, menarik  mulut serta berkata kasar.

"Perlakuan kasar dan tindak kekerasan itu membuat Lina tak kuat dan  berusaha kabur dengan melompat dari jendela rumah majikannya. Namun na'as, ia terjatuh dan mengalami patah tulang kaki dan tangan. Lina kemudian ditemukan Pekerja Migran Indonesia lainnnya dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan. Pihak KBRI dan CDE sudah mengetahui hal tersebut dan mengurusnya. Namun keluarga dan korban menginginkan mendapatkan perawatan lebih intensif di Indonesia.  Lina saat ini mengalami trauma dengan kejadian tersebut," jelasnya.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Atas kejadian tersebut, Novi akan terus melakukan pengawalan dan pendampingan agar Lina mendapatkan hak-haknya diantaranya mendapat pengobatan intensif melalui asuransi Tenaga Kerja Indonesia. Ia juga berharap, perusahaan penyalur TKI dapat menepati janjinya untuk bekerja sama membantu kelancaran penanganan pengobatan Lina.

"Kami berharap semua pihak terkait bisa membantu dan peduli terhadap buruh migran ini. Tindak kekerasan terhadap TKW buruh migran Indonesia yang hingga saat ini terus terjadi harus segera dihentikan," jelasnya.

Sumber:suaramerdeka

No comments

Powered by Blogger.