Atbah Ingatkan Masyarakat Sambas Jangan Jadi TKI Ilegal



     Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, sesaat setelah melaksanakan pertemuan dengan Konsulat Jendral (Konjen) RI untuk Khucing di Serawak Malaysia, untuk membahas kelanjutan kasus Sumiati, Jum'at (8/11/2019).



Ia mengingatkan agar masyarakat tidak tergiur menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal.

Atbah menegaskan, masyarakat akan memperoleh banyak keuntungan jika mereka menggunakan jalur yang resmi.

"Berikan pemahaman kepada seluruh masyarakat Sambas yang ingin bekerja di luar negeri, gunakan jalur resmi agar terdata oleh Pemda, dan Negara," ujarnya.

"Karena banyak keuntungan yang kita dapatkan kalau kita bekerja di luar negeri dengan legal atau resmi," ungkapnya.

Ia mengingatkan, kepada kasus yang baru saja terjadi dan masih segar di ingatan masyarakat.

Dimana Sumiati sampai kehilangan pengelihatannya saat bekerja diluar negeri karena di siksa oleh majikannya.

"Seperti yang hari ini misalnya, dari sisi hukum dia salah karena dia bekerja disana secara ilegal, dan pernah melarikan diri. Dan bila mungkin diproses secara hukum bukan tidak mungkin bisa saja sebaliknya nanti," katanya.

"Tapi Alhamdulillah tadi dari Konjen sudah berupaya untuk memenuhi hak yang masih tersisa yang harus di terima Sumiati," ungkapnya.

Atbah menjelaskan, prihal masih banyaknya masyarakat Sambas yang main kucing-kucingan untuk pergi keluar negeri menjadi tenaga kerja migran dan tidak menggunakan jalur resmi. Ia katakan itu tergantung dengan kepribadian masing-masing.

"Semua orang dengan tipikal masing-masing. Jadi ada yang jujur membantu, tapi ada juga yang mengambil kesempatan dari penyaluran itu," katanya.

"Tapi tadi secara kemanusiaan maka di upayakan agar mendapatkan hak yang dilakukan oleh Konjen. Karena menderita kebutaan dan cacat, Itu tidak lebih dari upaya diplomasi kemanusiaan bagi orang terzolimi," jelas Bupati Sambas itu.

Atbah menjelaskan, prihal masih banyaknya masyarakat Sambas yang main kucing-kucingan untuk pergi keluar negeri menjadi tenaga kerja migran dan tidak menggunakan jalur resmi. Ia katakan itu tergantung dengan kepribadian masing-masing.

"Semua orang dengan tipikal masing-masing. Jadi ada yang jujur membantu, tapi ada juga yang mengambil kesempatan dari penyaluran itu," katanya.

"Tapi tadi secara kemanusiaan maka di upayakan agar mendapatkan hak yang dilakukan oleh Konjen. Karena menderita kebutaan dan cacat, Itu tidak lebih dari upaya diplomasi kemanusiaan bagi orang terzolimi," jelas Bupati Sambas itu.


Sumber :tribun

No comments

Powered by Blogger.