Buntut Ricuh Demo di Hong Kong: Stasiun Dibakar, Kantor Berita Dirusak



    Polisi dan petugas kebersihan Hong Kong melakukan bersih-bersih usai aksi demo. Ada beberapa bangunan yang dirusak dan stasiun yang dibakar. 



Sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (3/11/2019) pada hari sebelumnya para demonstran membakar Stasiun Metro dan merusak bangunan. Kantor Berita China Xinhua, juga tak lepas dari target perusakan.

Setidaknya sejauh ini sudah ada 200 demonstran ditangkap. Aksi kucing-kucingan antara demonstran dan polisi anti huru hara berlanjut hingga dini hari Minggu pagi usai pembubaran dengan tembakan gas air mata.


Beberapa staf kebersihan terlihat menyapu kaca yang berserakan di lantai melalui pintu dan jendela yang rusak. Kegiatan bersih-bersih itu juga jadi tontonan wisatawan yang lewat. 

Sebelumnya, para demonstran yang berpakaian hitam-hitam membanjiri Causeway Bay, distrik perbelanjaan populer di Hong Kong pada Sabtu sore waktu setempat. Banyak demonstran mengenakan masker wajah meski pemerintah Hong Kong telah mengeluarkan larangan menggunakannya. Para polisi antihuru-hara pun telah dikerahkan ke kawasan tersebut.

"Pemerintah dan polisi telah mengabaikan dan menekan tuntutan-tuntan rakyat, jadi kami perlu melanjutkan gerakan untuk menunjukkan pada mereka, bahwa kami masih menginginkan apa yang kami minta," cetus seorang demonstran bernama Gordon Tsoi (18).

Aksi demo terbaru itu digelar setelah pemerintah China memperingatkan tidak akan menoleransi setiap perbedaan pendapat dan tantangan terhadap sistem pemerintahan di Hong Kong. China disebut tengah menyusun langkah untuk meningkatkan pendidikan patriotisme di kota semi-otonomi tersebut. 

Komisi Urusan Hong Kong, Macau dan Hukum Dasar, Shen Chunyao, menyebut bentrokan yang terjadi di Hong Kong, yang merupakan Wilayah Administrasi Khusus, menjadi topik penting dalam rapat besar Partai Komunis China yang dipimpin Presiden Xi Jinping pekan ini. 

Pemerintah pusat China sejauh ini menyatakan yakin bahwa pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, dan Kepolisian Hong Kong akan mampu meredakan unjuk rasa sarat kekerasan yang masih marak di kota tersebut.

Nyaris lima bulan belakangan ini, aksi protes besar-besaran di Hong Kong telah menarik perhatian dunia. Dilengkapi teknologi komunikasi modern, para demonstran memfokuskan kemarahan mereka kepada pemerintah Hong Kong, lembaga kepolisian dan simbol-simbol pemerintahan Beijing. 

Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.