Impian Ciputra untuk Ubah Nasib TKI Jadi Entrepreneur

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Semasa hidupnya pengusaha tersohor Ciputra punya keinginan melahirkan konglomerat yang berasal dari tenaga kerja Indonesia ( TKI). Keinginannya itu muncul lantaran rasa prihatinnya kepada TKI yang kerap disiksa majikan. Apalagi kebanyakan korban penyiksaan ini dialami oleh para perempuan yang bekerja sebagai TKI. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Padahal pilihan mereka untuk menjadi TKI dilatarbelakangi desakan ekonomi dan kebutuhan keluarga. “Harga diri bangsa terkoyak, sedih melihat perempuan Indonesia disiksa di luar negeri. 

Mereka hanya pasrah tanpa harus tahu berbuat,” ucap Ciputra prihatin tentang nasib para TKI yang sering disiksa majikan, seperti dikutip buku biografi Ciputra berjudul "Sisi Lain Dr. (HC) Ir. Ciputra: Reportase yang Belum Terungkap". Ciputra juga prihatin pada pendidikan minim dan pengalaman terbatas yang dimiliki kebanyakan TKI. Sehingga hal itu menyulitkan mereka menjadi entrepreneur. Ditambah, TKI pun terkadang belum memiliki ide untuk mulai menjadi entrepreneur.

Padahal, kebutuhan hidup terus merongrong mereka untuk bekerja di luar negeri. Sehingga ia melihat TKI perlu diberikan pelatihan entrepreneurship. “Hanya dengan melatih entrepreneurship mereka mendapat bekal. 

Begitu pula dengan calon TKI dan tenaga magang ke luar negeri. Di mulai dari awal sebelum berangkat justru lebih baik. Uang dan waktu selama di luar negeri bisa digunakan untuk peluang usaha agar mandiri,” ucap Ciputra. Menurut Pak Ci, panggilan akrab Ciputra, TKI adalah tipe orang yang mempunyai karakter entrepreneur. Karakter itu terlihat dari cara mereka yang berani mengambil risiko sekalipun nyawa yang jadi taruhannya. 

Misalnya, TKI perempuan yang rela meninggalkan keluarganya demi memenuhi kebutuhan hidup. Ciri keberanian itulah yang sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang entrepreneur sejati. Namun, sayangnya masih banyak TKI yang menderita disebabkan banyak faktor

“Nah karena itu sistem penyaluran TKI harus dibenahi dan cegah niat menjadi TKI dengan cara menciptakan peluang wirusaha di setiap daerah. Memang perlu perhatian serius, ini menyangkut nasib warga negara dan martabat bangsa,” kata Ciputra.

Bahkan menurut Pak Ci, TKI adalah orang yang sudah mendapat exposure internasional . Sehingga mereka paham standar dan etos kerja internasional. Seharusnya para TKI memiliki modal untuk menjadi entrepreneur. 

Apalagi dijelaskan Pak Ci, TKI selama bertahun-tahun mampu mengumpulkan uang. Terwujudnya impian Ciputra Akhirnya, Ciputra mulai membuat program entrepreneurship pertama kali di Singapura yang dinamakan Ciputra Entrepreneurship Center dan Media Transformation Ministry (MTM Ltd) yang dipimpin Djohan Handojo. 

Program entrepreneurship ini menyasar 110.000 TKI yang ada di Singapura. Program ini pun ternyata mendapat sambutan baik oleh para TKI Singapura. Ada 250 TKI yang mengikuti pendidikan penyetaraan paket A, B, C, program Diploma 1 (D1), dan Diploma III (D3) dari Lee Community College di Singapura. Jumlah TKI yang ikut pelatihan itu pun terus bertambah seiring berjalannya waktu.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

Tidak hanya memberi pelatihan ke Singapura, tim entrepreneurship juga melatih TKI yang ada di Hongkong dan Johor Bahru, Malaysia. Di negara itu ada ribuan TKI yang dilatih secara berkelanjutan dan mendapat bimbingan usaha dari tim entrepreneurship Ciputra. 

Mereka yang dilatih mengikuti entrepreneurship akhirnya memiliki arah dan tujuan hidup untuk menapak masa depan. Sehingga para TKI berpeluang besar sebagai tenaga professional ataupun bahkan menjadi pengusaha.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.