Minta Buah Hati Puasa saat Ramadan, Pasangan Malaysia Dituduh Lakukan Kekerasan Anak

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Pasangan Malaysia di Norwegia menghadapi tuduhan melakukan kekerasan pada anak, setelah dituduh memukul dan menekan anak-anak mereka untuk menjalankan ibadan puasa selama bulan Ramadan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kasus mereka akan disidangkan di pengadilan mulai 4-6 November. Mengutip The Star, Kamis (31/10/2019) pasangan itu, keduanya berusia 42 tahun, telah dipisahkan dari lima anak mereka yang berusia antara lima dan 15 tahun sejak Mei tahun ini.

Kelima anak itu ditempatkan di bawah asuhan tiga keluarga. Mereka hanya diizinkan bertemu orang tuanya sebulan sekali selama tiga jam.

Kakak laki-laki ayah itu mengatakan kepada The Star, bahwa salah satu anak mereka merasa tertekan karena diminta menjalani puasa berjam-jam. Anak itu kemudian mengeluh kepada seorang guru di sekolahnya.

Keluhan itu diteruskan ke Layanan Kesejahteraan Anak Norwegia selama Ramadan pada awal Mei tahun ini.

Ayah yang belum terungkap identitasnya itu mengatakan pada abangnya bahwa anak-anaknya ditempatkan di tiga keluarga yang berbeda, semuanya non-Muslim.

Dia mengatakan, sebagai Muslim adiknya hanya berusaha agar anak-anaknya berdoa, belajar Alquran dan berpuasa selama bulan Ramadan.

"Adik saya membatasi kehidupan sosial dan [akses] internet mereka, mungkin batasan ini tidak diterima oleh anak itu," katanya.

Dia mengklaim tidak ada unsur pemukulan fisik yang terlibat dalam kasus ini, karena polisi tidak menemukan bukti seperti tongkat di rumah mereka.

"Inilah sebabnya saudara laki-laki saya tidak ditangkap dan dia dapat bekerja seperti biasa. Salah satu anaknya mengaku dipukuli," katanya.

Kasus ini pertama kali terungkap berkat posting Facebook saudara perempuan ayah yang meminta bantuan warga Malaysia.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore

"Adik saya dan istrinya stres karena mereka merasa peluang memenangkan kasus ini kecil. Anak-anak mereka hanya ingin dipersatukan kembali dengan orang tua mereka," katanya.

Sang ayah telah tinggal di Norwegia selama lebih dari 10 tahun, di mana ia bekerja sebagai tukang las spesialis di industri minyak dan gas.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.