Program “Jembatan Penghubung Nenek” Setelah 12 Tahun Baru Bertemu Ibu Lagi




Biro Pendidikan kota New Taipei mencanangkan program “Jembatan Penghubung Nenek”, memberikan subsidi keturunan migran baru generasi kedua bersama ibunya bersama-sama berkunjung ke kampung halaman ibu, Tsai Xin-ni , murid kelas 6 SD di Hsaun Cheing Elementary School beberapa hari lalu bersama ibunya pulang ke kampung halaman neneknya di Indonesia selama 10 hari, ini merupakan pertama kalinya Tsai Xin-ni ke rumah nenek, membuatnya sangat antusias ; perasaan sang Ibu juga bercampur aduk, ayahnya yang meninggal pada saat ia melahirkan anak pertamanya ditambah dengan situasi perekonomian saat itu tidak mendukung sehingga tidak dapat pulang mengikuti upacara pemakaman ayahnya, kali ini setelah selang 12 tahun barulah ia kembali ke tanah air, ia merasa lega setelah dapat bersujud di depan makam ayah dan menyampaikan kalau hidupnya sangat baik di Taiwan. 

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Seorang pelajar kelas 6 SD Hsaun Cheing Elementary School, Tsai Xin-ni mendapat kesempatan turut dalam program “Jembatan penghubung nenek”, sehingga akhirnya ia dapat naik pesawat ke Indonesia yang untuk pertama kalinya bertemu dengan nenek, paman, bibi dan kakak-kakak sepupunya. Tsai Xin-ni mengemukakan kalau ia sangat senang, kalau dulu hanya dapat melihat foto, begitu tiba di rumah nenek, bibi telah menyiapkan berbagai ragam hidangan lokal yang lezat, semuanya ia cicipi dan merasa semuanya sangat enak, nenek adalah seorang keturunan Tionghua sehingga nenek dapat berbahasa Mandarin sehingga tidak ada kesulitan untuk berkomunikasi.

Tsai Xin-ni mengatakan, “Dapat mengenakan batik Indonesia, terus menikmati beragam makanan Indonesia, juga dapat belajar bahasa Indonesia dari keluarga ibu, saya merasa senang bisa mendapatkan hasil yang sangat banyak, yang pasti dapat melihat keluarga ibu, seperti bibi, paman dan nenek, saya sangat senang sekali.”

Tsai Xin-ni saat melihat nenek langsung bersama ibunya menyanyikan lagu anak-anak Indonesia, membuat sang Nenek yang sudah berusia 80 tahun ini sangat senang. Lee Bi-fang, ibu dari Tsai Xin-ni menyampaikan, pada saat melihat ibunya setelah sekian lama tidak bertemu, ia dapat merasakan cinta kasih ibu yang begitu besar, ibu masih memuji kalau ia membesarkan anaknya dengan sangat baik.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore


Lee Bi-fang menyampaikan, ia sangat memperhatikan pendidikan anak, tidak ingin kalau orang lain yang merawat anaknya, untuk itu ia sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga, ekonomi keluarga dibebankan pada sang suami, makanya mereka tidak memiliki tabungan yang cukup untuk dapat pulang ke Indonesia, setelah menikah 19 tahun hanya dapat sekali pulang ke Indonesia yaitu 12 tahun lalu, adanya program “Jembatan penghubung nenek” membuatnya senang dan sangat berterima kasih karena memiliki kesempatan bertemu dengan ibunya.

Sumber : RTi

No comments

Powered by Blogger.