Budidaya Ternak Jangkrik, Peluang Bisnis yang Belom Banyak Orang Tahu

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Khususnya di daerah pedesaan, mungkin kamu sudah tidak terlalu asing lagi dengan suara nyanyian jangkrik di malam hari. Suara yang menyejukan hati ini memang sering kali membawa kita ke nuansa pedesaan yang tentram.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Namun, sepertinya masih banyak orang yang belum tahu bahwa jenis serangga satu ini juga bisa menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Jangkrik sering kali dijadikan sebagai makanan bagi beberapa hewan, seperti burung, ikan, reptil dan masih banyak lagi, sehingga bisnis budidaya ternak jangkrik itu sendiri juga memiliki cukup banyak permintaan di pasaran.

Meskipun saat ini bisnis budidaya ternak jangkrik sudah mulai meredup, tetapi kamu memiliki peluang lho untuk membuatnya menjadi trend kembali.

Jangkrik merupakan salah satu jenis serangga herbivora. Di alam bebas, mereka menjadikan dedaunan muda yang mengandung banyak air sebagai makanan sehari-harinya, seperti bayam, sawi, selada mentimun, dan daun pepaya.

Dikarenakan pakan yang tidak terlalu sulit, bisnis budidaya ternak jangkrik bisa menjadi salah satu jenis bisnis yang juga tidak terlalu rumit untuk dilakukan, khususnya bagi para pemula.

Apakah kamu tertarik untuk mencoba peruntungan di bisnis budidaya ternak jangkrik? Ketahui dulu langkah-langkah yang harus dilakukan agar bisa menghasilkan keutungan yang fantastis.

Langkah-Langkah Budidaya Ternak Jangkrik

1. Memilih Lokasi yang Tepat
Ternyata budidaya ternak jangkrik tidak bisa dilakukan disembarang tempat lho. Untuk menghindari terjadinya gagal panen, kamu harus memilih lokasi yang tepat untuk menjalankan bisnis.

Nah, sebenarnya lokasi seperti apa sih yang cocok untuk melakukan bisnis budidaya ternak jangkrik?

Tempat yang Tenang
Agar budidaya ternak jangkrik bisa berjalan dengan sukses, maka langkah pertama yang harus kamu lakukan yaitu dengan memilih tempat yang tenang, teduh, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Sehingga jangkrik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Perlu diingat bahwa jangkrik akan cepat merasa stress apabila berada di tempat yang ramai dan panas.

Selain itu, hindari pula paparan sinar matahai langsung pada kandang jangkrik, karena hal tersebut akan membuat jangkrik menjadi kepanasan dan stress.

Bebas dari Predator
Selanjutnya yang harus kamu perhatikan ketika budidaya ternak jangkrik adalah, usahakan agar lokasi bisnis jauh dari predator. Predator ganas akan membuatmu mengalami kerugian.

Karena hadirnya predator tidak hanya berkemungkinan untuk memangsa para jangkrik, tetapi juga akan membuat jangkrik menjadi ketakutan dan stress, yang tentu saja juga akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan.

Jauh dari Kandang Ayam
Mungkin kamu akan bertanya, apa hubungannya kandang ayam dan budidaya ternak jangkrik? Salah satu hal yang perlu kamu ketahui adalah, bahwa ayam sangat senang memakan jangkrik. Jadi, jangan sampai kamu mengalami kerugian karena jangkrik-jangkrik yang habis dimakan oleh ayam.

2. Mempersiapkan Kandang
Kandang merupakan salah satu kunci dalam menjalankan bisnis budidaya ternak jangkrik. Sebenarnya pembuatan kandang jangkrik itu sendiri tidak memerlukan biaya yang besar. Kamu bahkan bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang ada. Cara membuat kandang jangkrik adalah sebagai berikut:

Kotak bisa terbuat dari papan ataupun tripleks dengan tulang dari kayu kaso/kayu reng, dengan ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 30-40 cm.

Gunakan lem pada setiap sambungan dan sudut peti, agar jangkrik yang baru saja menetas tidak bisa keluar lewat celak sambungan. Perlu diketahui bahwa jangkrik yang baru saja menetas akan memiliki ukuran yang sangat kecil.

Permukaan bagian atas harus bisa di buka tutup dengan menggunakan engsel. Pada sisi muka dan belakang diberi lubang ventilasi, dengan ukuran 50 x 7 cm. Posisi lubang sekitar 10 cm dari atas. Jangan lupa untuk menutup ventilasi dengan kawat agar jangkrik kecil tidak bisa kabur.

Pada sisi pinggir diberi celah atau cantelan untuk pegangan, untuk mempermudahmu dalam mengangkat atau menggeser peti.

Di sekeliling sisi bagian dalam, kira-kira 10 cm dari atas, berikan isolasi plastik agar jangkrik tidak merayap ke atas Pasang kaki-kaki pada pada keempat sudut peti dengan tinggi sekitar 10 cm. Pada nantinya, keempat kaki tersebut akan diletakan mangkuk yang digunakan sebagai wadah untuk cairan, guna mencegah masuknya hama seperti semu ke dalam kandang.

Kandang jangkrik bisa dibuat dalam bentuk menyusun ke atas, agar lebih hemat dalam hal tempat. Selain itu, kandang juga sebaiknya diletakan di dalam ruangan yang gelap, tidak terkena sinar matahari langsung, dan jauh dari keramaian.

3. Bibit dan Induk Jangkrik
Langkah selanjutnya dalam budidaya ternak jangkrik adalah memilih bibit dan induk jangkrik itu sendiri. Bibit jangkrik yang biasa dibudidayakan adalah jenis G. miratus dan G. testaclus yang bisa kamu beli di toko pakan yang menyediakan aneka makana-makanan hidup.

Tetapi selain itu, bibit atau indukan jangkrik juga bisa kamu dapatkan sendiri dari tangkapan alam. Jika ingin menangkapnya sendiri, maka pilihlah indukan jangkrik sebagai berikut:

Indukan Betina

-Kondisi sungut atau antena masih dalam kondisi panjang dan lengkap, yaitu dua antena
-Memiliki kaki yang masih lengkap agar dapat melompat dengan tangkas, sehat, dan gesit
-Tubuh dan bulu berwarna hitam mengkilap yang menunjukan bahwa jangkrik tersebut masih dalam keadaan sehat
-Usahakan agar kamu bisa mendapatkan indukan jangkrik betina yang besar dan dapat mengeluarkan zat cair, baik itu dari dalam mulut ataupun dubuhnya ketika dipegang
-Indukan Jantan
-Mengeluarkan suara derik yang bagus
-Kondisi tubuh memiliki permukaan sayap atau punggung yang kasar dan bergelombang
-Tidak memiliki ovipositor di bagian ekornya

4. Proses Pengawinan
Tempat untuk mengawinkan jangkrik ada baiknya dilakukan secara terpisah dengan tempat pembesaran anakan. Selain itu, kondisi kandang juga sebaiknya dibuat semirip mungkin dengan habitat jangkrik di alam.

Dinding kandang bisa diolesi dengan tanah liat, semen putih, dan jangan lupa juga untuk diberi dedaunan kering seperti daun jati, daun pisang atau serutan kayu.

Jangkrik yang dikawinkan harus berasal dari spesis yang sama, karena apabila indukan jantan dan betina berbeda spesies, maka perkawinan tidak akan terjadi.

Untuk mengawinkan jangkrik, masukanlah indukan betina dan jantan ke dalam kandang dengan perbandingan 10:2.

Di dalam kandang perkawinan, siapkan bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa pengawinan, jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik secara terus menerus sedangkan jangkrik betina yang telah dibuahi akan mengeluarkan telur. Telur biasanya diletakan ke dalam pasir atau tanah.

Selama masa perkawinan, jangkrik harus mendapatkan asupan pakan yang cukup, dan jangan lupa juga untuk selalu membuang pakan yang tersisa setiap harinya. Jangan sampai pakan tersebut justru membusuk di dalam kandang.

Bahkan ada beberapa peternak yang memberikan ramuan khusus bagi jangkrik yang tengah dikawinkan, agar telur yang dihasilkan bisa banyak dan berkualitas.

5. Penetasan telur
Di dalam budidaya ternak jangkrik, telur biasanya akan menetas pada kurun waktu 7-10 hari sejak masa perkawinan. Maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur (sebelum menetas), maka pisahkanlah telur-telur tersebut, untuk menghindari sang induk memakan telur-telurnya sendiri.

Pada masa penetasan, kelembapan kandang harus selalu dijaga dengan penyemprotan air, atau menutup kandang dengan karung goni basah.

6. Pemberian Pakan
Setelah telur menetas, langkah budidaya ternak jangkrik yang harus kamu lakukan selanjutnya yaitu dengan memberikan pakan.

Jangkrik yang baru menetas di usia 1-10 hari akan diberikan pakan ayam (voor) yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.

Namun setelah melewati 10 hari, anakan jangkrik bisa diberi makan sayur-sayuran dan jagung muda yang juga bisa ditambahkan dengan singkong, mentimun, atau ubi.

Untuk jangkrik yang siap dikawinkan, ada baiknya kamu memberikan mereka makanan berupa sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong, dan mentimun yang mengandung banyak air.

7. Pemeliharaan Kandang
Kondisi kandang yang tetap dalam kondisi baik juga menentukan kesuksesan dalam bisnis budidaya ternak jangkrik yang tengah kamu lakukan.

Maka dari itu, kandang juga harus dipelihara dan dijaga agar tetap higenis dan terhindar dari gangguan hama. Selain itu, kandang juga harus selalu dalam kondisi lembap dan gelap.

Usahakan agar memiliki stok makanan yang cukup untuk para jangkrik-jangkrik karena apabila mereka merasa kelaparan, jangkrik bisa menjadi kanibal dan saling memangsa satu sama lain.

Selalu membuang pakan yang tersisa setiap harinya agar tidak membusuk di dalam kandang.

Kandang yang baru dibuat juga sebaiknya dicuci terlebih dahulu agar tidak berbau vinil, bila kandang tersebut terbuat dari tripleks.

Cara mencuci kandang yang baru dibuat ialah dengan lumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah dan dijemur hingga kering.

Jangan lupa untuk selalu memeriksa air pada mangkuk atau kaleng yang terletak di kaki-kaki kandang. Jika cairan sudah mulai sedikit, maka tambahlah atau menggantinya dengan yang baru.

Cairan yang digunakan bisa berupa air, minyak tanah, atau jenis cairan lainnya yang dirasa bisa mencegah masuknya hama ke dalam kandang.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore
8. Panen
Inilah langkah terakhir dari budidaya ternak jangkrik, yaitu masa panen. Di dalam budidaya ternak jangkrik, terdapat dua hasil akhir yang bisa kamu dapatkan, yaitu telur yang bisa dijual ke peternak jangkrik atau jangkrik dewasa yang bisa dijual untuk dijadikan sebagai pakan burung atau ikan.

Melihat hal ini, tentu keuntungan yang akan kamu dapat bisa saja menjadi berkali-kali lipat. Kamu bisa mendapatkan keuntungan dari menjual telur, dan kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dari menjual jangkrik dewasa. Terdengar sangat menggiurkan, bukan?

Sumber:fimela

No comments

Powered by Blogger.