Ledakan Gas di AS, Seorang Kakek Asal Indonesia Meninggal Dunia



   Seorang WNI yang tinggal di Philadelphia, Amerika Serikat, diduga menjadi korban ledakan gas di sebuah rumah di Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Korban WNI diketahui tinggal di sebelah rumah yang meledak.

Ledakan terjadi di daerah 8th Street, South Philadelphia, pada Kamis, 19 Desember 2019, waktu setempat. Tiga rumah terbakar dan roboh. Media-media lokal di Philadelphia melaporkan sedikitnya dua orang diduga tewas.

Dilaporkan VOA Indonesia, Minggu (22/12/2019), korban WNI adalah Rudi Kambong (65). Ada saksi mata yang melihat Rudi digendong oleh petugas pemadam kebakaran, namun setelah ledakan terjadi keadaan Rudi sulit terdeteksi. Pihak keluarga pun sempat kebingungan.

"Seorang warga negara Indonesia, atas nama Rudi Kambong, usia 65 tahun, sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. WNI tersebut tidak tinggal di rumah yang terbakar, tetapi di sebelahnya," ujar Irwan Datulangi, konsul konsuler di KJRI New York yang menangani isu ini ketika dihubungi VOA Sabtu pagi.

Penelusuran Liputan6.com, kabar wafatnya Rudi Kambong telah beredar di antara kerabatnya di Facebook. Pendeta Lukas Kusuma dari Bethany Church, Philadelphia, menyebut Rudi Kambong akan dimakamkan di Philadelphia pada Minggu depan pada 29 Desember.

"Dia sendirian dan memang dalam kondisi sudah kena stroke sudah sekitar dua tahun. Jadi anaknya yang jaga lagi keluar untuk beli sesuatu, tiba-tiba terjadi ledakan itu," ujar Lukas kepada Liputan6.com.

Korban ditemukan di puing-puing rumah. Saat ini kondisi jenazah masih berada di pihak kepolisian untuk autopsi dan baru akan diserahkan ke rumah duka pada Senin besok.

Dalam sebuah postingan donasi oleh Lukas, Rudi disebut meninggalkan istri, tiga orang putri, dan beberapa orang cucu.

Berdasarkan laporan media lokal Inquirer, korban sedang beristirahat di lantai dua rumah ketika ledakan terjadi. Rudi Kambong disebut tidak bisa berbicara dan bergerak akibat stroke.  

Korban tinggal di Philadephia bersama anaknya, Fetty Kambong. Pada gambar yang beredar di media sosial, rumah korban tampak hancur akibat ledakan.

Laporan VOA Indonesia, ada dua korban lagi yang tewas. Salah satunya ditemukan di puing-puing rumah. Para pemadam kebakaran juga sempat kesulitan melakukan evakuasi. 

"Ini insiden yang sangat berbahaya, dan masih berada dalam kondisi berbahaya. Jalan ini tidak aman dan kami perlu memastikan semuanya aman agar peralatan berat dapat digunakan dalam operasi," ujar komisioner pemadam kebakaran, Adam Thiel, dalam konferensi pers hari Jum'at, sebagaimana dikutip media-media lokal.

"Piringan baja harus diletakkan terlebih dahulu di jalan sebelum evakuasi orang-orang yang diyakini terjebak di antara puing-puing bangunan dapat dimulai,” lanjut Adam. Ketika petugas pemadam kebakaran tiba, bau gas yang sangat kuat tercium di lokasi itu dan sejumlah kabel listrik tergantung tidak terkendali.

Menurt Fox News, pihak berwajib masih masih merilis identitas korban.  

Sedikitnya enam warga negara Indonesia menderita kerugian materiil dan kehilangan dokumen-dokumen penting akibat kebakaran ini. Mereka belum diperkenankan memasuki tempat tinggalnya kembali hingga penyelidikan selesai dilakukan.

South Philadelphia merupakan salah satu daerah kantong WNI, yang menjadi kediaman sekitar 6.000 WNI.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.