Topan Phanfone Rusak Perayaan Natal Ribuan Warga di Filipina

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Topan Phanfone menerjang Filipina tengah pada Selasa, 24 Desember membuat ribuan orang tidak bisa pulang untuk liburan Natal dan memaksa banyak orang lainnya mengungsi.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Badai tropis itu meningkat menjadi topan sesaat sebelum mendarat pada malam Natal di Filipina, negara dengan penduduk mayoritas Katolik. Sejauh ini laporan awal menunjukkan belum adanya korban yang jatuh akibat terjangan topan tersebut.

Topan itu menghantam ujung selatan Pulau Samar pada Selasa sore dengan hembusan angin mencapai 150 kilometer per jam. Terjangan angin mematahkan cabang-cabang dari pohon dan merobohkan tiang listrik dan menara pengantar telepon genggam di pulau berpenduduk kurang sejahtera itu.

"(Tidak ada) tanda-tanda kerusakan parah kecuali rumah-rumah yang terbuat dari bahan ringan," kata Gubernur Provinsi Samar Timur Ben Evardone kepada AFP, seraya menambahkan tidak ada korban di sana.

Menurut penghitungan resmi pemerintah yang didapat AFP, hanya kurang dari 1.700 orang dievakuasi dari daerah pantai serta mereka yang rentan terhadap banjir dan tanah longsor.

"Beberapa keluarga enggan mengungsi karena mereka ingin merayakan Natal di rumah, tetapi pejabat setempat akan memaksa mereka keluar jika mereka menolak untuk mengindahkan peringatan kami," kata Pejabat Pertahanan Sipil Regional Reyden Cabrigas kepada AFP.

Dinas ramalan cuaca negara mengatakan rumah yang terbuat dari kayu, jerami atau bambu berisiko mengalami "kerusakan berat", meskipun sejauh ini tidak ada laporan gelombang raksasa yang menghantam komunitas pesisir seperti yang sebelumnya diperingatkan dinas cuaca Filipina.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Phanfone, yang dalam bahasa Laos berarti "hewan", diperkirakan melintasi pulau-pulau tengah sepanjang Hari Natal pada Rabu sebelum bergerak ke Laut China Selatan.

Semua kapal di jalur badai yang diproyeksikan melalui pulau-pulau tengah diperintahkan untuk tinggal di pelabuhan dan banyak penerbangan komersial dibatalkan, membuat ribuan orang yang akan pulang ke kampung halamannya terlantar.

Filipina adalah daratan besar pertama yang menghadapi sabuk topan Pasifik, sehingga negara kepulauan itu dihantam oleh rata-rata 20 badai dan topan setiap tahunnya. Terjangan topan yang melanda Filipina sepanjang tahun ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, panen dan jatuhnya korban jiwa.

Sumber:okezone

No comments

Powered by Blogger.