Hanya Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun, Gadis di China Ini Meninggal

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
 
Gadis di China yang mengejutkan publik setelah hanya makan nasi dan sambal selama 5 tahun, dilaporkan meninggal. Wu Huayan tak hanya menjadi pemberitaan dalam negeri, namun juga dunia internasional setelah foto dirinya hanya berbobot 20 kg muncul pada tahun lalu. Gadis itu disebut segera dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami masalah pernapasan pada Oktober 2019, dilansir BBC Selasa (14/1/2020).
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal
Donasi pun segera berembus untuk membantu perawatannya. Namun adiknya menyatakan, dia meninggal pada Senin (13/1/2020). Kepada Chongqing Morning Post, Wu mengatakan dia memutuskan meminta bantuan setelah melihat ayah dan neneknya wafat. Keduanya disebut wafat karena tak punya uang untuk dirawat. "Saya tidak ingin mengalaminya. Mati dalam kemiskinan," jelasnya. Adik Wu yang tidak disebutkan identitasnya menuturkan dikutip Beijing Youth Daily, kakaknya itu meninggal di usia 24 tahun. Dokter mengatakan pada 2019, mahasiswi tingkat tiga itu mengalami masalah di jantung dan ginjal karena hanya memakan sedikit makanan.

Bagaimana Kisah Wu Huayan? Wu dan adiknya berjuang dalam kesulitan selama bertahun-tahun. Ibunya meninggal saat dia berusia empat tahun, dan ayahnya ketika dia duduk di bangku sekolah. Sempat disokong oleh sang nenek, kakak beradik tersebut ditopang paman dan bibinya. Namun, mereka hanya mendapat 300 yuan (Rp 596.000) per bulan. Sebagian besar uang itu dihabiskan untuk biaya berobat sang adik, yang dilaporkan mempunyai masalah kejiwaan.

Dia pun hanya menyimpan sekitar 2 yuan, atau Rp 3.900 per hari, untuk makan, di mana dia menghabiskannya dengan nasi dan sambal. Saat dilarikan ke rumah sakit, selain hanya berbobot 20 kg, Wu diketahui hanya memiliki tinggi badan 135 sentimeter untuk gadis 24 tahun. Dalam keterangan dokter, Wu mengalami kekurangan gizi hingga alis maupun 50 persen rambutnya berguguran.
https://line.me/R/ti/p/%40holidaystore
Seperti Apa Reaksinya? Kakak beradik itu berasal dari Guizhou, salah satu provinsi termiskin di China, di mana kasus itu menjadi perhatian Negeri "Panda". Meski ekonominya terus meroket, Biro Statistik Nasional mencatat masih ada 3,46 juta orang hidup di bawah garis kemiskinan. Ketimpangan juga semakin membesar, dengan Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut China sebagai "salah satu negara paling tidak setara di dunia". 
 
Kasus yang menimpa Wu Huayan memantik kemarahan, dengan netizen mempertanyakan apa yang sudah dilakukan pemerintah bagi gadis itu. Donasi pun segera terkumpul di mana teman dan guru menggalang dana hingga 40.000 yuan, atau sekitar Rp 79,5 juta. Sebelum meninggal, pemerintah Kota Tongren menyatakan, mereka sempat mengeluarkan dana darurat sebesar 20.000 yuan, atau Rp 39,8 juta.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.