2 Penghuni Positif Corona, 100 Orang di Apartemen Hong Kong Dievakuasi



     Otoritas Hong Kong mengevakuasi lebih dari 100 orang yang tinggal di sebuah gedung apartemen di distrik Tsing Yi, New Territories, setelah dua penghuninya dinyatakan positif virus corona. Masalahnya, dua penghuni yang terinfeksi virus corona itu tinggal di lantai berbeda.



Seperti dilansir Channel News Asia dan CNN, Selasa (11/2/2020), Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, menyatakan pihaknya sedang menyelidiki dugaan apakah ada pipa yang bocor atau rusak yang menjadi sumber penyebaran virus corona di antara penghuni apartemen itu.

Lam menyatakan tim pakar akan memasuki gedung itu pada Selasa (11/2) waktu setempat untuk memeriksa keselamatan saluran pipanya.

Dua penghuni yang positif virus corona diketahui tinggal di blok yang sama pada Unit 7 namun pada lantai berbeda di apartemen bernama Hong Mei House itu.

Laporan media lokal Hong Kong menyebut seorang wanita berusia 62 tahun yang tinggal di apartemen itu dinyatakan positif virus corona. Wanita ini diketahui tinggal 10 lantai di bawah apartemen yang dihuni seorang pria yang terlebih dulu dinyatakan positif virus corona.

Media lokal The Standard melaporkan bahwa seluruh penghuni gedung apartemen 35 lantai itu dikirimkan ke fasilitas karantina sementara penyelidikan berlangsung. Menurut The Standard yang mengutip otoritas Hong Kong, ada kemungkinan terjadi penyebaran virus corona melalui tinja.

Pakar mikrobiologi pada Universitas Hong Kong, Yuen Kwok-yung, menuturkan kepada The Standard bahwa salah satu kemungkinannya adalah ada saluran pipa pembuangan yang rusak atau bocor yang memungkinkan virus menyebar luas.

Diketahui bahwa saat wabah virus sindrom pernapasan akut berat (SARS) mencuat tahun 2002-2003 lalu, kasus terbesar yang saling berkaitan di Hong Kong berasal dari sebuah kompleks apartemen di mana virus menyebar melalui saluran pembuangan.

Direktur Pusat Perlindungan Kesehatan, Dr Wong Ka-hing, menyatakan tidak diketahui pasti jumlah penghuni di dalam gedung apartemen tersebut, namun mereka yang menunjukkan gejala-gejala virus corona akan dikarantina sebagai langkah pencegahan.

Pakar mikrobiologi pada Universitas Hong Kong, Yuen Kwok-yung, menuturkan kepada The Standard bahwa salah satu kemungkinannya adalah ada saluran pipa pembuangan yang rusak atau bocor yang memungkinkan virus menyebar luas.

Diketahui bahwa saat wabah virus sindrom pernapasan akut berat (SARS) mencuat tahun 2002-2003 lalu, kasus terbesar yang saling berkaitan di Hong Kong berasal dari sebuah kompleks apartemen di mana virus menyebar melalui saluran pembuangan.

Direktur Pusat Perlindungan Kesehatan, Dr Wong Ka-hing, menyatakan tidak diketahui pasti jumlah penghuni di dalam gedung apartemen tersebut, namun mereka yang menunjukkan gejala-gejala virus corona akan dikarantina sebagai langkah pencegahan.

Secara terpisah, Menteri Pangan dan Kesehatan Hong Kong, Sophia Chan, menyebut para penghuni gedung yang sama telah dievakuasi ke fasilitas karantina sebagai langkah pencegahan. Ditambahkan Chan bahwa sejauh ini empat penghuni lainnya yang menunjukkan gejala virus corona, tengah dirawat di rumah sakit setempat.

Otoritas Hong Kong sejauh ini mengonfirmasi 42 kasus virus corona di wilayahnya. Satu pasien di antaranya meninggal dunia.

Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.