Diisolasi Usai Terinfeksi Virus Corona, TKI di Taiwan Main TikTok dan Tulis 'Santuuyyy' di Facebook

https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan pada Rabu 26 Februari 2020 dinyatakan terinfeksi wabah virus corona.
https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

Hal ini menjadikannya sebagai kasus yang ke 32 di Taiwan. TKI tersebut membagikan pengalamannya saat mengalami isolasi di Kota Taipei melalui siaran langsung di media sosialnya.

Pihak berwenang setempat menyakini, TKI berusia 30 tahun ini terinfeksi saat mengunjungi pasien ke 27 yang merupakan seorang pria berusia 80 tahun di Rumah Sakit New Taipei.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam Taiwan News, ia merawat pria tersebut mulai tanggal 11 hingga 16 Februari 2020 sebagai pekerja migran tidak berdokumen.

Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) mencatat, TKI tersebut telah bepergian menggunakan kereta api dan bus beberapa kali pada tanggal 16 - 19 Februari.

Dan pada tanggal Selasa 18 Februari 2020 ia menemui temannya yang berkunjung dari Kaohsiung, dan kembali ke rumah sakit untuk mengasuh.

Ia ditemukan oleh polisi di rumah sakit pada Senin 24 Februari 2020, dan langsung menjalani karantina serta pengecekan kesehatan.

Dua hari kemudian, ia dinyatakan terinfeksi virus corona dan harus menjalankan masa isolasi.

Namun ia membagikan pengalamannya saat di isolasi pada akun Facebook dan TikToknya dan hanya menyiarkan wajah dan rumah sakitnya kepada pemirsanya.

Ia menuliskan pesan "Mbak nya santuuyyy padahal + kena virus CORONA", hal ini menunjukan bahwa ia merasa santai walau terkena virus corona.

Selama melakukan siaran langsung, ia bernyanyi dengan riang lalu menunjukan jarum infus ditangannya dan menceritakan mengenai makanan di rumah sakit tersebut.

https://line.me/R/ti/p/%40psm2899b

Di Taiwan, otoritas kesehatan tidak mengungapkan nama rumah sakit yang merawat pasien yang terkena virus corona untuk menghindari kepanikan di masyarakat maupun di rumah sakit.

Namun pasien tersebut secara ceroboh mengespos nama rumah sakit selaman siaran langsung dan menjadi viral di kalangan pekerja migran.

Pasien tersebut langsung mendapatkan perhatian dari otoritas kesehatan setempat setelah pekerja lainnya melaporkan kejadian ini.

Sumber:pikiran-rakyat

No comments

Powered by Blogger.