Kerja 8 Bulan di Arab Saudi, TKW Asal KBB Depresi, di Sana Urus Orang Sakit, Kini Masuk Rumah Sakit

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Nasib tragis dialami Kulsum (44) seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) warga Kampung Cipadang Manah, RT 01/16, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kulsum bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi. Namun, dia berangkat secara ilegal dengan cara difasilitasi sponsor dari Cianjur, hingga akhirnya Kulsum terkendala Bahasa Arab dan hal itu yang diduga membuat dia mengalami depresi.

Nunung Samsudin (67), Kakak Ipar Kulsum mengatakan, saat adiknya berangkat ke Arab Saudi memang berangkat secara ilegal dan tidak dipungut biaya alias gratis.

"Selama 8 bulan itu, dia jarang ada kabar karena saat jam kerja di Arab Saudi tidak boleh memegang ponsel," ujar Nunung saat ditemui di kediaman Kulsum, Rabu (25/2/2020).

Setelah itu, pihak keluarga mendapat kabar bahwa Kulsum mengalami depresi, lalu lapor ke Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, hingga akhirnya Kulsum pulang ke Indonesia melalui jalur diplomatik.

Dia dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (21/2/2020) dan sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta sebelum dibawa pulang ke rumahnya.

"Keluarga bersama pihak pemerintah menjemput ke Jakarta dan tiba di rumah kemarin, (Selasa), tapi kondisinya masih linglung," katanya.
https://line.me/R/ti/p/%40psm2899b

Ia mengatakan, saat ini Kulsum sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat di Kecamatan Cisarua, KBB untuk mendapat perawatan.

Anggota DPRD KBB, Nur Djulaeha mengatakan, selama delapan bulan di Arab Saudi, Kulsum tiga kali pindah majikan dan terakhir kabarnya, dia mengurus orang stres di rumah sakit.

Dirinya menerima laporan dari warga tentang nasib Kulsum yang mengalami depresi berat, kemudian pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB.

"Alhamdulillah pihak Disnakertrans KBB responsif dan langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memulangkan Kulsum," kata Nur.


Sumber:tribunnews

No comments

Powered by Blogger.