Korban Virus Corona Terus Bertambah, Dunia Bantu China

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan wabah virus corona sebagai public health emergency of international concern (PHEIC), negara-negara di dunia bergerak memberikan dukungan bantuan logistik maupun moral. Bantuan juga datang dari organisasi nirlaba, yayasan amal hingga perusahaan.
https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal


Kendati demikian, kekhawatiran kian meningkat sehingga makin banyak negara melarang maskapai penerbangan terbang ke Negeri Panda. Negara-negara yang warganya berada di China pun terus berupaya melakukan evakuasi seiring kian bertambahnya korban jiwa akibat keganasan virus corona.

Data yang dilansir media lokal melaporkan, kasus kematian akibat virus corona baru atau novel coronavirus (2019-nCoV) hingga Jumat (7/2/2020) sebanyak 638 orang. Adapun jumlah terinfeksi sebanyak 31.480 orang di 26 negara. Selain di China, kasus kematian karena corona juga terjadi di Filipina.

Terus menyebarnya virus corona dengan jumlah korban yang tidak sedikit mendorong China mengeluarkan izin bagi pakar kesehatan Amerika Serikat (AS) masuk membantu Pemerintah China. Langkah ini merupakan bagian dari upaya WHO dalam memerangi virus corona yang telah menyebar sangat cepat. Menurut Gedung Putih, China menerima tawaran pengiriman ahli dari AS sebagai bagian dari misi WHO. Mereka akan mempelajari dan membantu memerangi virus corona yang muncul pertama kalinya di Wuhan, Provinsi Hubei.

Kementerian Keuangan China merespons peningkatan dampak virus corona tersebut dengan mengalokasikan dana tambahan putaran kedua senilai 66,74 miliar yuan (Rp131 triliun). “Dari jumlah tersebut, 28,48 miliar yuan di antaranya sudah cair,” ujar Wakil Menteri Keuangan China Yu Weiping kemarin.

Bantuan juga datang dari Uni Eropa (UE). Negara-negara di Benua Biru itu menyumbangkan dana 10 juta euro untuk penelitian virus corona, kendati Presiden China Xi Jinping percaya diri China akan mampu mengatasi wabah virus tersebut.

Untuk mencegah terjadi darurat rantai pasok, UNICEF bersama sejumlah negara seperti Belarusia, Brunei Darussalam, Kamboja, Mesir, Iran, Jepang, Pakistan, dan negara lain juga menyumbangkan beragam material, mulai dari masker, pakaian pelindung, sapu tangan, hingga disinfektan.

Para pebisnis di China juga ikut memberikan bantuan. Perusahaan seperti Alibaba, Baidu, Tencent, dan 360 Security Group bergabung mengumpulkan dana hingga ratusan juta dolar untuk penelitian dan pasokan. Seluruh distribusi ini, termasuk bantuan dari luar negeri, telah dikawal langsung oleh aparat militer.

Miliarder dunia tak mau ketinggalan membantu China. Pendiri Microsoft Bill Gates dan istrinya, Melinda Gates, menyumbangkan dana hingga USD100 juta untuk perawatan dan penelitian. Perusahaan asing yang beroperasi di China, termasuk sekuritas asal Amerika Serikat (AS) Citadel, mengumpulkan dana untuk mencegah infeksi lebih luas.

WNI Tetap Dipantau

Dari dalam negeri, pemerintah memastikan akan tetap memantau 243 warga negara Indonesia (WNI) yang telah dievakuasi dari Wuhan pascaobservasi. Saat ini WNI tersebut masih menjalani observasi di Natuna selama 14 hari. “Kawan-kawan dari Kemenkes sudah memikirkan. Jadi, kalau kita melihat 243 kawan-kawan yang diobservasi nantinya akan dipantau kesehatannya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramonawardani di Jakarta kemarin.
https://line.me/R/ti/p/%40psm2899b

Dia mengatakan, pemerintah telah mempunyai desain penanganan 243 WNI setelah diobservasi di Natuna. Salahsatunya dengan menyiapkan rumah sakit di kota asalnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi II Kantor Staf Presiden Abetnego Tarigan mengatakan, pemerintah terus bekerjasama dengan WHO untuk memastikan agar penanganan corona dilakukan dengan baik. Dia meminta masyarakat tidak terlalu khawatir dengan merebaknya virus corona. Meski demikian, sikap waspada harus tetap dikedepankan.

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.