Mau Berangkatkan TKW ke Arab Saudi, Tekong TKI di Lombok Tengah Ditangkap



    Kasus perdagangan orang dengan modus jadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) berhasil diungkap Polda NTB. NS alias AS (35) asal Kelurahan Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah, ditangkap atas dugaan perdagangan anak di bawah umur. Korban SR usia 17 tahun asal Lombok Barat.



Kronologinya, tersangka NS menawarkan korban bersama dengan orang lainnya untuk bekerja di luar negeri. Tujuannya ke Arab Saudi dengan iming-iming gaji sebesar Rp 7 juta. Agar korban tertarik, NS menawarkan pesangon sebesar Rp 3 juta. Setelah terperangkap bujuk rayu, SR kemudian ditampung di rumah tersangka NS yang memang dikenal jadi tekong TKI ini.

Dijelaskan Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, korbannya tidak hanya SR. Di rumah yang sama, SR digabung dengan empat korban lainnya selama empat hari.

“Para korban ditampung di rumah tersangaka di Dusun Ledang, Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah,” sebut Kabid Humas saat siaran pers di Mataram, Senin (17/2).

Setelah ditampung, kemudian tersangka menyewa satu unit mobil untuk mermbawa para korban ke Bandara, selanjutnya diterbangkan ke Jakarta bersama dengan lima orang calon TKI lainnya.

“Sesampainya di Jakarta, para korban diserahkan ke salah satu PT yang yang menjadi agen kerjasama tersangka,” ungkapnya.

Kasus ini terbongkar setelah para korban tidak kunjung diberangkatkan ke negara tujuan. Terlalu lama tidak diberangkatkan ke Arab Saudi, membuat korban merasa tidak betah berada di Jakarta.

“Akhirnya korban dipulangkan dengan menggunakan pesawat,” kata Kabid Humas.

Tim Subdit IV yang mendapat kabar TPPO dengan modus TKW ini langsung bergerak.
Akhirnya, proses penangkapan dilakukan Jumat 14 Februari di Kantor Desa Kediri Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Polisi menyita dua lembar Ijasah milik korban dan dua unit HP.

Tersangka pun dijerat dengan Pasal 6 dan atau Pasal 10 UU RI nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 81 Jo 53 UU RI No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Tersangka diancam pidana tiga tahun kurungan dan paling lama 15 tahun, juga denda paling sedikit Rp. 120 juta hingga Rp. 600 juta. (red.)

Sumber :kicknew

No comments

Powered by Blogger.