Serunya Jualan Mainan 'Jadul' Bisa Dapat Cuan Jutaan Rupiah

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

Kecintaannya terhadap musik tak menghentikan langkah Gede Bagus Perdana Putra (28) untuk terus mencari peluang bisnis. Ia yang hobi bermusik dan juga bermain board game akhirnya memutuskan untuk membuka usaha jual produk mainan pada awal tahun 2018. Produknya ia beri nama Liang Game yang berarti permainan yang membawa kebahagiaan.

https://line.me/R/ti/p/%40tokoindoroyal

"Kebetulan saya seorang music produser. Jadi saya musisi dan juga music produser. Saya bikin Liang Game itu karena dulu ketika saya tour, menunggu di backstage itu agak bosan. Jadi dari situ juga idenya muncul," kata Gededilansir dari detikfinance, Selasa (11/2/2020).

Meski dikelilingi perkembangan teknologi yang pesat, Gede memilih membuat produk permainan ular tangga yang sudah terkenal sejak era 1980-an. Awalnya, ia tak yakin karena ia harus bersaing dengan mobile game yang praktis dan menyita perhatian masyarakat, terutama anak muda.

"Saya awalnya agak ragu ketika saya membuat sesuatu yang malah agak jauh mundur ke belakang. Apakah ada pasarnya?" tutur Gede.

Namun, maraknya kafe-kafe di Bali yang dipadati warga Bali, wisatawan asing, maupun wisatawan lokal jadi peluang untuk Gede. Ia pun memberanikan diri mengeluarkan modal Rp 20 juta untuk membuat Liang Game. Kemudian, produknya itu ia tawarkan ke kafe-kafe di Bali. Sehingga, tamu-tamu di kafe itu tak hanya menikmati santapannya, tapi juga menghabiskan waktu dengan bermain Liang Game.

"Akhirnya saya bikin satu permainan, kayak board game. Hanya saja kalau board game identik dengan permainan yang punya konsep petualangan atau teka-teki. Jadi sebagian besar board game seperti permainan misi. Tapi saya pengin bikin permainan yang tidak terlalu memutar otak tapi bisa dimainkan seru, tapi juga ada unsur edukatifnya. Jadi ada wawasan yang bisa didapat. Akhirnya saya modifikasi permainan ular tangga itu," jelas Gede.

Tak hanya di kafe-kafe, Gede bersama 4 orang timnya juga menjual Liang Game di sunday market atau 'pasar kaget' yang biasa digelar di tempat wisata. Gede memasarkan produknya dengan tiga edisi yang berbeda, yakni edisi Indonesia, Dunia, dan English Edition. Khusus English Edition ini laku keras hingga berkontribusi pada 65% penjualan Liang Game setiap bulannya.

Seiring berjalannya waktu, Liang Game pun terkenal sebagai 'oleh-oleh' dari Bali. Menurut Gede, produknya ini tak hanya dibeli warga lokal, tapi juga wisatawan lokal dari luar bali, bahkan wisatawan asing.

"Jadi turis asing itu banyak banget beli produk saya untuk oleh-oleh bawa ke negara mereka. Jadi yang edisi Indonesia dan edisi dunianya malah tidak sebanyak yang English Edition. Karena kebanyakan orang asing itu suka main board game di sana. Dan mereka ketika punya quality time itu handphone mereka diletakkan saja. Jadi saya selalu dapat testimoni kalau permainan ini bikin fun banget," ungkap Gede.

Meski masih merintis, menurut Gede usahanya ini sudah menguntungkan, dengan omzet hingga Rp 5-7 juta per bulan. Dengan harga pasaran Liang Game Rp 175.000 per unit, ia menjual sekitar 28-40 unit per bulan.

"Kita masih home production seluruhnya, jadi belum terlalu bisa tekan harga. Tapi dari quality dan fungsi permainan worth it banget. Jadi per bulan omzetnya kita bisa Rp 5-7 juta. Sejauh ini sudah balik modal," terang dia.
https://line.me/R/ti/p/%40psm2899b

Ke depannya, Gede bersama timnya berencana membuat aplikasi di ponsel untuk melengkapi komponen Liang Game, yakni kartu pertanyaan dan tantangan yang digunakan dalam permainan ini sehingga pembeli tak repot untuk membawa Liang Game ke mana pun, dan quiz serta challenge yang diberikan pun up to date.

"Jadi kombinasi, pakai handphone, tapi bukan dalam artian kita akan jadi mobile game. Tapi di handphone itu hanya sebagai kartu dan dadunya saja, tapi tetap bisa main fisiknya," tutup Gede.

Sumber:detikfinance

No comments

Powered by Blogger.