Amankah Pesan Makanan Secara Online di Tengah Pandemi Virus Corona?



     Kepanikan dan kekhawatiran yang ditimbulkan dari pandemi virus Corona terjadi hampir di seluruh dunia. Untuk bersama-sama mencegah penularan COVID-19, WHO telah mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan. Hal ini dikarenakan penularan virus yang bisa terjadi sangat cepat tanpa kita sadari.



Seperti dikutip dari CNN, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan gubernur dari beberapa negara bagian sudah menyarankan seluruh warganya untuk menghindari restoran guna mencegah infeksi virus Corona. Memasak sendiri di rumah tentu jadi cara paling aman untuk mencegah tertular virus Sars-Cov-2 ini. Tapi jika tetap ingin menyantap makanan restoran, amankah menggunakan layanan antar makanan?

Menurut kepala cabang Outbreak Response and Prevention Branch di Amerika Serikat yang bertugas menyelidiki penyakit bawaan makanan dan penyakit yang ditularkan melalui air, Dr. Ian Williams, virus tidak dapat ditularkan dari makanan itu sendiri. Dirinya mengatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti yang mengatakan jika makanan atau kemasannya bisa menularkan virus.

"Ini benar-benar pernapasan, orang-ke-orang. Pada titik ini tidak ada bukti yang benar-benar menunjukkan kita pada makanan (atau) pelayanan makanan sebagai cara yang mendorong epidemi," kata Ian.

Walaupun demikian, saat ini para ahli masih terus menyelidiki lebih dalam mengenai virus Corona. FDA sendiri telah mengeluarkan peringatan untuk selalu mengikuti cara menjaga kebersihan yang tepat, seperti dengan mencuci tangan dan membersihkan permukaan benda untuk mencegah risiko penularan virus.

Menurut Benjamin Chapman, seorang profesor dan spesialis keamanan makanan di North Carolina State University, risiko untuk tertular virus dari makanan atau kemasan makanan sangatlah kecil. Baik kemasan yang diambil dari restoran ataupun pusat perbelanjaan. Namun bukan berarti makanan atau kemasan tidak dapat membawa virus.

"Saya ingin membuatnya jelas bahwa makanan atau paket bisa membawa virus, tetapi risiko penularannya sangat, sangat rendah," kata Chapman.

"Ini adalah kemungkinan kecil dan ribuan atau jutaan kali lebih kecil daripada rute paparan lainnya. Sungguh, risiko yang sangat rendah," tambahnya.

Menurutnya, risiko kontaminasi justru bisa datang dari orang-orang atau pekerja yang membagikan makanan tersebut. Mungkin saja karyawan atau orang yang memberikan makanan sedang sakit. Namun kemungkinan besar perusahaan makanan tidak akan mempekerjakan karyawan yang sedang sakit tapi justru menyuruhnya beristirahat di rumah. Terutama saat pandemi Corona semakin merebak.

Saat ini beberapa restoran sudah memberlakukan tindakan pencegahan virus dan kontaminasi silang dengan pengiriman tanpa kontak langsung. Misalnya makanan yang diantar akan diletakkan di teras atau di depan pintu dengan menggunakan teknik pembayaran online. Kamu sendiri bisa mencoba cara ini jika takut tertular virus atau bakteri dari orang yang mengantar pesanan. Atau dengan cara lain, kamu bisa menggunakan sarung tangan saat hendak mengambil pesanan.

Don Schaffner, spesialis dalam ilmu pangan, risiko mikroba, cuci tangan, dan kontaminasi silang menyarankan untuk mengeluarkan makanan dari kemasannya dan meletakkannya di piring. Setelahnya lepaskan sarung tangan yang kamu gunakan untuk mengambil makanan lalu cuci tangan hingga bersih.

Sumber :wollipop

No comments

Powered by Blogger.