Berkas Kasus Trafficking Berkedok TKW Dilimpahkan ke Kejari Makassar

https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

Penyidik Polrestabes Makassar akhirnya melimpahkan berkas perkara tahap satu untuk kasus dugaan human trafficking berkedok penyalur TKW ilegal ke Kejari Makassar. Berkas perkara dengan tersangka seorang IRT itu dikirim ke Koorps Adhyaksa pada Kamis (19/3/2020) lalu.

https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

"Sudah dilimpahkan kemarin (Kamis lalu), masih tahap satu. Semoga bisa dipercepat prosesnya sama jaksa biar P21 kasusnya. Pasal masih sama, tersangka satu," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Ismail, kepada SINDOnews, Jumat (20/3/2020).

Ismail mengaku dalam perjalanan kasus tersebut, penyidik sudah meminta keterangan pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel guna mengetahui mekanisme perekrutan TKW secara resmi pada awal Maret lalu.

Ismail menambahkan pihaknya juga sudah mendapatkan keterangan dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk mengetahui status perusahaan yang diakui tersangka bernaung di dalamnya. Yaitu PT Tunggal Bahari berkantor di Jakarta.

"Kementerian tenaga kerja itu sudah didapat keterangannya, tapi bukan kapasitas sebagai ahli. Tapi kapasitas untuk menjelaskan bagaimana mekanisme perekrutan, bagaimana tata cara merekrut dan memberangkatkan, apakah PT yang dimaksud resmi atau terdaftar, begitu," ungkap Ismail

Diketahui permintaan keterangan pihak Disnakertrans ini dilakukan menyusul pernyataan tersangka yang menyatakan telah memberangkatkan 18 orang TKW ke Dubai, Uni Emirat Arab. IRT asal Mamuju, Sulbar itu mengaku bekerja sebagai penyalur di salah satu PJTKI yakni PT Tunggal Bahari yang berkantor di Jakarta.

Perjalanan Kasus
Hildawaty ditetapkan tersangka pada Minggu 2 Februari 2020 lalu. Dia dinilai melanggar Pasal 2 ayat (1) UU RI No. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman pidana penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun.

Tersangka menawarkan pekerjaan sebagai baby sitter di Malaysia kepada dua korban yakni SW (16) dan HS (17). Dua gadis bawah umur itu lalu disekap di Rumah Susun Warga (Rusunawa) Kamar 11 Blok B2 Lantai II Jalan Rajawali, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Kedua korban berhasil kabur setelah Hildawaty meninggalkan lokasi yang disebut sebagai tempat karantina. Tidak lama, para korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolrestabes Makassar. Hingga akhirnya tersangka berhasil dibekuk Tim Jatanras.
https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

Tersangka melakoni pekerjaan itu sejak November 2019 lalu dengan upah sekitar Rp3-5 Juta. Untuk menjaring para korban, Hildawaty membuka informasi di grup Facebook Info Loker Kota Makassar.

"Modusnya ditawari pekerjaan sebagai baby sitter lewat postingan di Facebook. Setelah korban bersedia kemudian dibawa ke rusunawa semacam karantina. Namun setelah test kesehatan korban malah diberitahu akan diberangkatkan ke Dubai, Uni Emirat Arab," jelas Ismail.

Dari pendalaman, tersangka diketahui bekerjasama dengan salah satu perusahaan penyalur tenaga kerja di Jakarta."Jadi dia ini hanya ada kesepakatan lisan dengan penyalur di Jakarta itu yang didalami dulu benar tidak ada itu agen di Jakarta," tandasnya.

Sumber:sindonews

No comments

Powered by Blogger.