Digoyang Corona, Bank Mulai Atur Cicilan dan Pangkas Bunga Kredit



      Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan melakukan relaksasi, salah satunya pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal ini agar perekonomian mendapatkan stimulus dan terus bergerak.



Menanggapi hal tersebut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mulai memetakan sektor ekonomi yang terdampak penyebaran Covid-19. Selain itu perseroan juga telah melakukan skenario stress test hingga ekspansi yang selektif untuk meningkatkan risk awareness jajaran bisnis. 

Sebagai tindak lanjut, BRI sudah menyiapkan beberapa mekanisme khusus, seperti relaksasi restrukturisasi dan relaksasi kebijakan kredit terdampak wabah covid-19. 

Langkah ini merupakan upaya preventif BRI untuk mengurangi dampak terhadap kinerja debitur yang diperkirakan akan menurun akibat COVID19 sehingga meningkatkan risiko kredit yang berpotensi mengganggu kinerja perbankan.

Selain itu, pendampingan kepada nasabah UMKM akan terus dilakukan sebagai upaya menjaga kelangsungan usaha. 

"Beberapa jurus yang dilakukan meliputi relaksasi pinjaman berupa rescheduling pembayaran angsuran," kata dia dalam siaran pers, Selasa (24/3/2020).

Selain itu, BRI membuka akses pasar untuk membantu penjualan produk nasabah UMKM melalui platform e-Commerce seperti halnya Indonesia Mall. 

Kemudian, konsultasi & pelatihan manajemen bisnis yang diadakan di 157 Rumah Kreatif BUMN (RKB) kelolaan BRI di seluruh Indonesia serta bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung operasional bisnis pelaku UMKM. 

Tak berhenti di sana, BRI juga memberikan insentif kepada nasabah mikro, kecil dan ritel dengan menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) sampai dengan 50 basis point.

"Langkah ini merupakan bagian dari relaksasi yang diberikan BRI bagi pelaku UMKM di saat-saat yang sulit," ungkap Amam. 

Dia menjelaskan BRI senantiasa tanggap dan siap melakukan countercyclical di tengah tantangan wabah covid-19 dengan berbagai kebijakan relaksasi maupun upaya menjaga kelangsungan usaha dari setiap nasabah UMKM kami. 

"Selanjutnya, kami terus berupaya melaksanakan prudential banking dan tetap melakukan ekspansi bisnis yang sehat secara selective growth," jelas dia.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.