DPRD Lamtim Minta Pengawasan terhadap TKI Diperketat

https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

Pengawasan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lampung Timur yang bekerja di luar negeri dan akan habis masa kontraknya perlu diperketat. Hal itu guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan merebaknya serangan penyakit corona di berbagai negara.
https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

Anggota DPRD Lamtim dari Fraksi Partai Demokrat, Mursalin, menjelaskan jumlah warga Lamtim yang bekerja sebagai TKI di luar negeri mencapai 1.144 orang. Dari jumlah itu tidak menutup kemungkinan ada yang akan segera habis kontrak kerjanya dan pulang ke Tanah Air.

Dia menjelaskan untuk memastikan para TKI tersebut sehat, pihaknya meminta agar dinas terkait, seperti Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja serta Dinas Kesehatan dapat melakukan pengawasan ketat. Pengawasan ketat itu dilakukan misalnya dengan mendapatkan informasi lebih dalam dari pihak berwenang mengenai status kesehatan para TKI tersebut.

“Kami berharap dengan pengawasan ketat itu tidak ditemukan adanya TKI yang sakit terserang virus corona,” katanya, Rabu, 4 Maret 2020.

Dengan pengawasan ketat itu, seandainya ada TKI yang pulang dalam kondisi sakit, sedini mungkin sudah dapat ditentukan langkah-langkah apa yang harus diambil agar tidak terdampak kepada warga lainnya. “Nantinya jika ada TKI yang pulang dalam kondisi sakit bisa dilakukan langkah-langkah yang harus dilakukan,” katanya.
https://line.me/R/ti/p/%40psm2899b

Sementara terpisah Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Lamtim, Barli Saputra menjelaskan, hingga awal Maret 2020 tercatat 1.144 pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Lamtim yang bekerja di luar negeri. Mereka tersebar di berbagai negara, seperti 775 orang bekerja di Taiwan, Hong Kong (160), Malaysia (114), Singapura (80), dan sisanya tersebar di Brunei Darussalam dan Polandia.

Kemudian hingga Rabu, 4 Maret 2020, pihaknya belum mendapat informasi terkait adanya TKI asal Lamtim yang sakit karena terserang virus corona. “Ya sampai hari ini kami belum mendapat informasi tersebut. Namun terlepas dari itu semua, pengawasan tetap kami lakukan dan kami juga selalu berupaya memonitor para PMI tersebut,” katanya.

Sumber:lampost

No comments

Powered by Blogger.