Malaysia Cegah Korona, Pernikahan hanya Boleh Dihadiri 10 Orang Maksimal 20 Menit




      Malaysia memberlakukan aturan ketat untuk mencegah penyebaran virus korona. Pada Senin, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengumumkan lockdown nasional yakni menghentikan atau membatasi perjalalan masuk maupun ke luar negeri, mulai Rabu (18/3/2020).



Negara bagian di Malaysia juga menerapkan pengetatan, terutama terkait aktivitas publik dan di ruang terbuka.

Bahkan di Negara Bagian Selangor pengetatan juga diberlakukan untuk pernikahan. Akad nikah hanya boleh dihadiri maksimal 10 orang dan waktunya pun dibatasi maksimal 20 menit.

Departemen Agama Islam Selangor (Jais) menjelaskan, aturan ini terpaksa dibuat untuk mencegah penyebarang Covid-19.

Selama prosesi akad tak boleh ada jabat tangan, termasuk antara pengantin laki-laki dengan mertua serta petugas pencatat akta nikah.

Menurut Jais, prosesi akad nikah juga harus diadakan di rumah, tidak di boleh tempat umum, seperti masjid, surau, dan lainnya.

"Hanya boleh dihadiri satu pendaftar/asisten, pengantin laki-laki, pengantin perempuan, satu wali, dua saksi, serta masing-masing dua perwakilan dari pengantin laki-laki serta perempuan," bunyi keterangan, dikutip dari The Star, Selasa (17/3/2020).

Setelah itu prosesi nikah berakhir, pesta pernikahan atau resepsi dilarang selama aturan berlaku, yakni dari 18 Maret sampai 17 April 2020.

Prosesi akad juga harus dibatalkan jika ada pihak yang dicurigai terinfeksi Covid-19 atau dinyatakan positif.

Sumber :inews

No comments

Powered by Blogger.