Pasien Corona Bertambah Cepat, Pemerintah Disarankan Terapkan Lockdown



   Pemerintah terus memperbaharui informasi jumlah pasien terinfeksi Virus Corona. Terakhir, pemerintah mengumumkan sebanyak 686 pasien terinfeksi Covid-19. Angka tersebut meningkat 107 pasien dari hari sebelumnya.



Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan pemerintah harus melakukan lockdown sebagian ataupun seluruh wilayah jika ingin menekan dampak peningkatan pasien terhadap ekonomi Indonesia. Secara jangka pendek memang akan membuat ekonomi terkontraksi. Namun, dalam jangka panjang akan membantu ekonomi.

"Perlu (lockdown). Secara jangka pendek memang menghancurkan ekonomi, secara jangka panjang bagus untuk ekonomi. Kalau panik pasti ada, saat lockdown tapi seterusnya akan biasa saja," ujar Ibrahim kepada media di Jakarta, Rabu (25/3).

Ibrahim mengatakan, pemerintah sampai saat ini belum ada rencana untuk melakukan lockdown baik sebagian atau secara keseluruhan alasannya adalah setiap negara memiliki karakter, budaya, kedisiplinan yang berbeda-beda.

"Oleh karena kebijakan yang diambil belum lockdown, tetapi menerapkan physical distancing yaitu dengan cara menjaga jarak aman. Kalau itu bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh maka bisa mencegah penyebaran covid-1," jelasnya.

Physical Distancing Belum Efektif

Meski demikian, Physical Distancing sampai saat ini masih belum efektif, karena masyarakat yang sudah di isolasi masih terus berkeliaran misal datang ke hajatan tetangga, belanja ke pasar dan lain-lain. Sehingga apa yang diinginkan pemerintah tidak serta merta di ikuti oleh masyarakat di bawah. "Intinya kedisiplinan masyarakat yang sampai saat ini belum terlihat," jelas Ibrahim

Dia menambahkan, pasar terus memantau strategi yang dilakukan oleh pemerintah. Sampai saat ini ada perkembangan yang positif di mana pemerintah dan masyarakat terus bergotong royong bersama-sama mensosialisasikan covid-19 berbahaya sehingga informasi tersebut sampai ke masyarakat bawah.

Sumber :merdeka

No comments

Powered by Blogger.