WNI dari Inggris Jadi Korban Terbaru Virus Corona di Singapura

https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

Gelombang kasus Warga Negara Indonesia ( WNI) yang terpapar virus corona di Singapura belum berakhir. Informasi terbaru yang dilansir dari kompas dari Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), pada Minggu malam (22/03/2020) memastikan seorang perempuan berusia 26 tahun menjadi WNI ke-19 yang terinfeksi. Perempuan ini baru saja kembali dari Inggris yang membuat kasusnya yaitu kasus 446 diklasifikasikan sebagai kasus impor.
https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

Yang bersangkutan dinyatakan positif patogen bernama resmi Covid-19 itu kemarin Sabtu. WNI yang memegang izin tinggal jangka panjang (Long Term Pass Holder) di negeri Singa ini sedang menjalani rawat inap di National Centre for Infectious Diseases (NCID). Penelusuran lebih jauh mendapati korban memiliki hubungan dengan pasien kasus 378 yaitu seorang pria berkewarganegaraan Inggris berusia 38 tahun.

Sama seperti WNI perempuan, pria Inggris ini juga baru pulang dari Inggris. Dia dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Jumat (20/03/2020). Tidak ada keterangan lebih jauh mengenai hubungan apa yang dimiliki kedua korban. Total berdasarkan data terakhir ada 19 WNI yang terjangkit Covid-19. Sementara sebanyak 17 orang masih berada di rumah sakit. Seorang pasien dinyatakan telah sembuh dan seorang lagi meninggal dunia. Singapura sendiri mencatat 23 kasus baru hari ini yang membuat total pasien menjadi 455 orang. Sama seperti tren sejak pertengahan pekan lalu, kasus baru didominasi kasus impor di mana 18 dari 23 kasus berasal dari luar Singapura.
https://line.me/R/ti/p/%40rgl2765t

Dari total 19 kasus WNI, 13 di antaranya adalah kasus impor termasuk dari Indonesia. Menanggapi meningkatnya kasus impor, pemerintah Singapura mengumumkan larangan masuk mulai besok Senin, pukul 23.59, terhadap semua pengunjung dengan visa jangka pendek (short-term pass) yang umumnya didominasi turis. Larangan ini diharapkan dapat mengendalikan melesatnya angka pasien baru virus corona di Singapura.

Sumber:kompas

No comments

Powered by Blogger.