5.000 PMI Asal NTT Akan Dikarantina Terpusat



Sebanyak 5.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara akan tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal Juni 2020 yang akan datang. Untuk itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat minta para bupati dan wali kota menyiapkan lokasi karantina terpusat untuk menampung mereka.

Karantina terpusat tersebut, jelas Viktor Bungtilu Laiskodat disiapkan agar para tenaga kerja asal NTT yang pulang tersebut bisa diperiksa kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan ini menyangkut Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi.

“Jadi begitu mereka tiba dijemput langsung dikarantina terpusat. Tim gugus Covid-19 langsung memeriksa kesehatan mereka. Yang statusnya PDP langsung diponame di rumah sakit sesuai standar Covid-19. Sementara yang reaktif dikarantina terpusat untuk diikuti perkembangannya,” jelas Viktor Bungtilu Laiskodat, Selasa (26/5).

Saat mereka dikarantina terpusat para tim gugus Covid-19 akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat asal desa pekerja migran tersebut. Ini untuk memberi pemahaman kepada warga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Jangan seperti yang terjadi selama ini. Ada masyarakat di desa yang mengusir orang yang baru pulang dari daerah terpapar dan zona merah. Bahkan yang bersangkutan bersama keluarganya di desa tersebut diungsikan ke dalam hutan. Jadi tolong edukasi warga,” pinta Viktor Bungtilu Laiskodat kepada Tim Gugus Covid-19.

Jika TKI/TKW yang baru pulang dari luar negeri sudah melewati masa karantina terpusat dan tidak memiliki gejala Covid -19, tim akan memulangkan mereka ke kampung halamannya.

“Jadi harap para bupati/wali kota agar melalui camat dan kepala desa/lurah memberikan pemahaman yang baik pada warganya. Terimalah dengan baik jika para PMI itu dipulangkankan tim gugus Covid ke rumahnya. Karena sudah sudah jelas tanpa gejala baru dipulangkan,” tandas Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Sumber:gatra

No comments

Powered by Blogger.