Manfaat Baik Puasa Bagi Penderita Penyakit Jantung dan Hipertensi



Diperlukan kondisi tubuh yang prima agar ibadah puasa dapat berjalan dengan lancar. Namun, munculnya pandemi virus corona membuat kebiasaan puasa pun menjadi berubah.. Hal ini tentu berdampak pada berjalannya ibadah puasa.


Bagi para penderita penyakit jantung dan hipertensi merasa khawatir ketika menjalani ibadah puasa. Khawatir akan kondisi kesehatan yang memburuk selama ibadah puasa.

Namun hal ini ditampik oleh dr. David Dwi Ariwibowo, Sp.JP yang menuturkan bahwa puasa Ramadan tidak berpengaruh bermakna pada fungsi organ individu. Justru memberikan sejumlah manfaat pada penderita jantung dan hipertensi.

"Puasa Ramadan memiliki pola intermit yang pasti. Tidak 24 jam penuh sehingga tidak berpengaruh bermakna terhadap fungsi organ pada individu sehat," ungkap dr. David Dwi Ariwibowo, Sp.JP.
 
Manfaat bagi penderita penyakit jantung dan hipertensi

Ada banyak penelitian yang menemukan manfaat dari puasa. Di antaranya adalah penurunan kolesterol total, LDL atau kolesterol jahat, dan peningkatan HDL (kolesterol baik) selama bulan Ramadan. Selain itu, kadar gula darah pun menjadi membaik, menurunkan tekanan darah, menurunkan berat badan dan lingkar perut, hingga penurunan signifikan pada kebiasaan merokok.


Lebih lanjut, dr. David menuturkan bahwa tidak terjadi peningkatan kejadian serangan jantung, gangguan irama, gagal jantung akut, dan stroke selama bulan Ramadan. Justru, sebagian besar pasien jantung dan hipertensi yang terkontrol dengan obat rutin dapat menjalani ibadah puasa tanpa masalah.

Pada kondisi tubuh yang sehat, puasa hanya berdampak pada berkurangnya cairan tubuh. Pada saat berbuka, tubuh akan kembali prima. Sistem kekebalan tubuh akan cenderung lebih baik karena sel tubuh penyebab inflamasi menjadi lebih stabil dan dapat dikontrol selama bulan puasa.

Sumber:fimela

No comments

Powered by Blogger.