Pandemi Virus Corona: Semua Kegiatan Komersial di Qatar Tutup hingga Akhir Mei



      Qatar memperketat pembatasan kegiatan komersial dengan memerintahkan semua toko untuk tutup sampai akhir bulan Mei 2020.



Kebijakan itu sebagai upaya untuk menangkal penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Keputusan diambil saat rapat kabinet pada Senin, 18 Mei. Apotek, toko sembako, dan pengiriman makanan tetap buka.

Mal dan restoran sudah ditutup tetapi toko-toko lain masih beroperasi.

Qatar, negara dengan populasi sekitar 2,8 juta mencatat 1.364 kasus positif baru COVID-19. Sehingga total kasus positif COVID-19 menjadi 33.969.

Jumlah kasus positif COVID-19 itu menempatkan Qatar di posisi kedua jumlah infeksi tertinggi setelah Arab Saudi di kawasan negara-negara Teluk Arab.

Sementara itu, 15 orang meninggal dunia akibat COVID-19 di Qatar.

Denda tak pakai masker

Meninggalkan rumah tanpa masker bisa dipenjara selama tiga tahun di Qatar. Para pelanggar juga akan dikenakan denda hingga USD55.000 (sekira Rp 820 juta).

Banyak pemerintah di seluruh dunia telah mengamanatkan penggunaan masker wajah untuk mencegah penyebaran coronavirus baru, tetapi hanya sedikit yang mengancam hukuman penjara karena melanggar perintah.

Kebijakan baru itu adalah bukti bahwa sistem perawatan kesehatan Qatar hampir runtuh dan kepemimpinan negara itu sangat prihatin dengan jumlah kasus virus corona, kata para ahli menguti Al Arabiya, Senin (18/5/2020).

Tiga tahun hukuman penjara bagi mereka yang tidak mengenakan masker di tempat-tempat umum "menunjukkan sistem kesehatan Qatar telah mencapai titik kehancuran," menurut kolumnis politik Bahrain Abdullah Junaid.

"Para menteri kesehatan GCC [Dewan Kerjasama Teluk] harus siap menghadapi kemungkinan seperti itu, karena prosesnya semakin cepat," kata Junaid kepada Al Arabiya English.


Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.