Punya Kekayaan Rp72 Triliun, CEO Twitter Ingin Sumbangkan Seluruh Uangnya



      CEO Twitter Jack Dorsey disebut memiliki kekayaan senilai USD4,9 miliar atau sekira Rp 72 triliun (kurs Rp14.770 per USD). Kekayaan luar biasa ini berdasarkan perhitungan Forbes.



Meski tajir melintir, Dorsey bukanlah orang yang senang bergelimang dengan harta. Ia bahkan mengatakan, mau menyumbangkan semua uangnya.

"Saya hidup dengan prinsip segala sesuatu terhubung, jadi jika seseorang sakit, saya juga merasa sakit," ujar Dorsey dalam sebuah podcast dengan mantan calon Presiden AS Andrew Yang.

"Saya ingin memastikan bahwa saya melakukan apa pun yang saya bisa untuk membantu orang lain melalui perusahaan saya, melalui pemberian pribadi saya sendiri," tambah Dorsey.

"Saat ini saya dalam situasi yang tidak pernah saya bayangkan ketika saya masih kecil atau bahkan ketika saya berusia 25 tahun," ujar Dorsey.

"Saya tidak memiliki aspek apa pun tentang apa arti uang sampai saya berusia 35 tahun," lanjutnya.

Seperti dilansir dari CNBC, Jumat (22/5/2020), saat berusia 35 tahun, Dorsey masuk dalam daftar miliarder Forbes pada tahun 2012.

"Saya sangat bersyukur dengan hidup yang diberikan kepada saya. Namun bagian dari rasa syukur tidak hanya mengatakan bahwa saya bersyukur. Tapi harus ditunjukkan dengan perbuatan," kata Dorsey.

Bagi Dorsey, itu berarti memberikan uangnya untuk tujuan yang mulia.

"Saya ingin memberikan semua uang saya. Saya ingin melihat dampaknya. Saya ingin memastikan bahwa kami membantu orang," terang Dorsey.

Miliarder di bidang teknologi tersebut mengaku tak ingin membuat yayasan karena ia tidak ingin membayar biaya lain terkait dengan menjalankan organisasi filantropi.

Memberikan uangnya, ujar Dorsey, membuatnya merasa senang. Sama seperti saat ia membuat Twitter dan Square, lalu melihat keduanya dipakai orang lain. Hal itu menurutnya terasa menyenangkan.

"Ketika membuat sesuatu seperti Twitter atau Square, nilai terbesar sebenarnya adalah melihat orang lain menggunakannya. Itulah yang mendorong kami. Rasanya seperti ada sengatan listrik,” kata Dorsey.

“Pertama kali kami melihat cuitan dari Iran, itu terasa menyengat seperti listrik. Rasanya luar biasa,” ujar Dorsey.

Sengatan listrik yang Dorsey rasakan saat itu, sama dengan yang dirasakannya saat ia menyumbang. "Apalagi saya tahu organisasi yang saya sumbang fokus pada dampak nyata dan melakukan hal-hal yang lebih besar dari kita semua, terutama saya, "kata Dorsey.

Sebelumnya, Dorsey mengumumkan bahwa dia menyumbangkan USD1 miliar atau sekira Rp14,8 triliun (kurs Rp14.841 per USD) untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hingga saat ini dia telah menyumbangkan lebih dari USD87 juta atau sekira Rp1,3 triliun.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.