Rebutan Jadi Imam Masjid, 8 Orang Terluka



     Tidak kurang dari delapan orang menjadi korban luka-luka akibat bentrokan yang terjadi di masjid. Ya, Anda tidak salah membaca kok! Masjid yang sejatinya menjadi tempat ibadah, justru berubah menjadi arena perkelahian yang melibatkan dua kelompok muslim di Masjid Raya Okene, Kogi, Nigeria.




Mengutip Thenationonlineeng, Senin (18/5/2020), pada Jumat pekan lalu terjadi pertikaian dua kelompok muslim yakni jamaah Tijjaniya dan jamaah Sunni, yang memperebutkan posisi sebagai imam besar untuk menggantikan mendiang imam besar, Alhaji Musa Galadima, yang wafat pada April 2019 lalu.

Menurut seorang saksi mata, bentrokan terjadi hanya beberapa saat sebelum dimulainya sholat Jum'at. Berawal ketika seseorang bernama Mallam Bello Hussaini, salah satu anggota jamaah Sunni diduga memanggil Sheikh Salihu Abere sebagai Acting Chief Imam, saat ia memasuki masjid.

Hal itu lantas menyulut amarah, Momoh Jimoh, anggota jamaah Tijjaniya. Momoh menuntut permintaan maaf dari anggota jamaah Sunni, karena dinilai telah bersikap kasar kepada seorang imam besar.

Namun yang terjadi berikutnya, seorang anggota Sunni diduga memukul Momoh hingga membuat kepalanya cedera. Akhirnya, bentrokan antara dua kelompok jamaah pun tak terhindarkan.

Bentrok berlangsung selama kurang lebih satu jam. Sebelum akhirnya polisi dan tentara datang untuk membubarkan kedua kelompok tersebut. Keributan ini menyebabkan total delapan orang dari kelompok Sunni dan Tijjaniya mengalami luka-luka.

Menanggapi tuduhan yang dilontarkan terhadap kelompok Sunni, Ustaz Bello Hussaini, mengatakan bahwa Gubernur Yahaya Bello pada tahun lalu telah mengarahkan bahwa Sheikh Salihu Abere menduduki posisi Kepala Imam dalam kapasitas bertindak. Namun, sejak saat itu tidak ada pernyataan lebih lanjut yang menegaskan dia sebagai Imam Besar yang substantif.

Sumber :Okezone

No comments

Powered by Blogger.