Video Seorang Wanita Lakukan Perbuatan Asusila di Toko Furnitur Viral di China



     Klip porno yang menunjukkan seorang wanita setengah telanjang melakukan masturbasi di sofa dan tempat tidur showroom toko furnitur IKEA di China menjadi viral di media sosial. Dalam video itu tampak pembeli lain yang tidak sadar berjalan di belakangnya.



Sejauh ini identitas wanita itu belum diketahui, dan versi tanpa sensor dari video tersebut telah dihapus dari media sosial China.

Beberapa pengguna media sosial China berspekulasi bahwa toko dalam video viral itu berada di Provinsi Guangdong, karena bahasa Kanton, yang digunakan di beberapa bagian China selatan, dapat terdengar pada pengumuman toko di latar belakang video.

Warganet yang bingung juga mencatat bahwa tidak ada pengunjung yang memakai masker wajah dalam video tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa video tersebut direkam sebelum wabah virus corona membuat China menerapkan penguncian sejak akhir Januari.

"Wanita ini sangat berani, saya tidak mengerti, (dia) hanya melakukannya di siang hari bolong," tulis seorang pengguna Weibo yang dilansir AFP.

"Ada begitu banyak orang di sekitar, saya hanya tidak mengerti," tulis yang lain.

Setelah video itu viral pihak IKEA mengatakan akan "lebih hati-hati" mengambil langkah-langkah keamanan dan kebersihan publik di toko-tokonya di China. Pada Sabtu (9/5/2020) grup produsen peralatan rumah tangga itu bahwa pihaknya juga akan mendorong semua pelanggan untuk "melihat-lihat toko dengan cara yang tertib dan beradab".

Ini bukan video eksplisit pertama yang menyebabkan kegemparan di platform media sosial China yang dikontrol ketat.

Pada 2015 cabang Beijing waralaba pakaian Jepang, Uniqlo, menjadi terkenal setelah klip dari pasangan yang melakukan hubungan seks di salah satu kamar gantinya menjadi viral.

Polisi menangkap lima orang, termasuk pasangan muda dalam video itu, terkait masalah tersebut, sementara Uniqlo dengan tegas membantah video itu adalah aksi publisitas.

Warga China dapat menghadapi penahanan administratif hingga sepuluh hari karena ketelanjangan publik yang disengaja, sementara mereka yang mengunggah dan menyebarkan konten cabul secara online menghadapi penahanan 15 hari dan denda maksimum 3.000 yuan.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.