3 Polisi AS Didakwa Membantu Membunuh George Floyd



     Tiga polisi didakwa bersekongkol dan membantu dalam kasus kematian George Floyd, pria kulit hitam yang diinjak dengan lutut oleh seorang polisi kulit putih di Minneapolis, Minnesota, AS.



Dalam dokumen pengadilan yang dirilis pada Rabu, 3 Juni 2020, Thomas Lane, J Alexander Kueng dan Tou Thao, menghadapi tuduhan membantu dan bersekongkol dalam pembunuhan tingkat dua.

Sebelumnya, ketiga polisi yang sudah dipecat itu tidak dikenakan dakwaan atas kematian Floyd.

Sedangkan Derek Chauvin, polisi yang menginjak leher Floyd didakwa dengan pembunuhan tingkat dua.

"Ini sebuah kemajuan yang signifikan dalam perjalanan menuju keadilan dan kami bersyukur bahwa tindakan penting ini dilakukan sebelum jenazah George Floyd dimakamkan," kata Benjamin Crump, pengacara keluarga Floyd dalam sebuah pernyataan mengutip BBC, Kamis (4/6/2020).

Pembunuhan tingkat pertama dan kedua di bawah hukum Minnesota membutuhkan bukti bahwa terdakwa bermaksud untuk membunuh. Tingkat pertama dalam sebagian besar kasus memerlukan persiapan terlebih dahulu, sedangkan pembunuhan tingkat kedua terkait niat.

Hukuman pembunuhan tingkat dua bisa membuat terdakwa di penjara hingga 40 tahun.

"Jaksa Agung Minnesota Keith Ellison meningkatkan dakwaan terhadap Derek Chauvin ke tingkat ke-2 dalam pembunuhan George Floyd dan juga menuntut 3 petugas lainnya," twit Senator AS Amy Klobuchar.

"Ini adalah langkah penting lain untuk keadilan," lanjut dia.

George Floyd pada 25 Mei, dituduh membeli rokok dengan uang palsu. Video ia diinjak menggunakan lutut oleh polisi, meski ia mengerang tidak bisa bernapas viral.

Floyd dibawa ke rumah sakit kemudian meninggal di sana.

Kematiannya memicu demosntrasi, sebagaian rusuh di seluruh Amerika Serikat. Pedemo menggaungkan rasisme dan kebrutalan polisi atas kematian Floyd. 

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.