4 Permintaan Unik Bocah Gimbal Dieng: Motor Trail hingga Kentut



Tradisi ruwatan rambut gimbal di Dieng selalu menarik untuk diikuti. Apalagi jika mendengar permintaan-permintaan unik anak bajang atau anak berambut gimbal sebagai salah satu syarat untuk menggelar ruwatan.

Hafizul Aksa (6) bocah dari Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara baru saja diruwat dengan mencukur rambut gimbalnya. Ia meminta sepeda motor trail.

"Anak minta motor trail sejak kecil dan tidak pernah berubah meski ditanya berulangkali," kata ayah Hafizul Aksa, Tuwarno, Rabu (17/6/2020) malam.

Selain Hafizul Aksa, detikcom mencatat beberapa permintaan unik dari anak rambut gimbal di dataran tinggi Dieng. Seperti Fitria Nur Rahmadzani yang diruwat pada 2018 lalu. Sebelum diruwat ia meminta tempe gembus, burung kenari dan payung.


Bahkan, permintaan anak rambut gimbal lain bernama Dinda Syifa Ramadhani sempat membuat tertawa wisatawan saat diruwat di gelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2019 lalu. Bagaimana tidak, Dinda meminta kentut ibunya dan dibungkus menggunakan plastik.

"Kalau ditanya mintanya apa, jawabannya kentut. Dia juga pernah bertanya ibu kentut atau tidak, saat itu saya jawab ya kentut lah seperti orang pada umumnya," kata ibundanya, Mursinah.

Selain itu, bocah asal Desa Jlamprang Kecamatan Leksono, Wonosobo ini juga meminta satu butir telur puyuh. Hal ini tidak mengherankan, karena Dinda hobi makan telur puyuh.

Sesepuh adat di dataran tinggi Dieng Sumanto mengatakan jika permintaan anak berambut gimbal memang harus dipenuhi. Kecuali, jika memang sulit harus meminta izin kepada anak terlebih dahulu.

"Jika anaknya sudah mau dan ikhlas baru bisa diruwat dan dipotong rambut gimbalnya," jelasnya.

Hal ini pernah terjadi pada Adinda Widjayanti Putri, salah satu peserta ruwatan potong rambut gimbal tahun 2016 lalu. Bocah dari Betawi ini terpaksa kembali ke Dieng lagi. Usut demi usut, hal ini terjadi lantaran permintaan anak saat Ruwatan tahun 2016 lalu tidak dipenuhi. Saat itu, anak meminta sepeda motor mini. Namun, saat dilakukan ruwatan tahun lalu, sepeda motor mini yang dibawa hanya sekadar simbolis.

Alinda Susanti, ibunda Adinda Widjayanti Putri mengatakan, ia terpaksa memenuhi permintaan anak secara simbolis. Mengingat sepeda motor mini yang jadi permintaanya sulit dibawa dari Jakarta ke Dieng.

"Dan jika beli sepeda motor mini di daerah sini tidak ada, makanya saat diruwat hanya simbolis," ujar Adinda.

Sesampai di Jakarta, menurutnya Adinda Widjayanti Putri langsung dibelikan sepeda motor mini. Namun kendaraan tersebut rupanya tidak sesuai dengan permintaan Adinda Widjayanti Putri. Akibatnya, lima bulan setelah ruwatan, rambut Adinda Widjayanti Putri kembali tumbuh gimbal.

"Gejala-gejalanya sama, yakni panas tinggi. Bahkan, berat badannya berkurang hingga 5 kilogram," ungkapnya.









Sumber : detik

No comments

Powered by Blogger.