Akhir Juni Taiwan dan Hongkong Siap Terima TKI


Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Jawa Tengah, Endro Dwi Cahyono menyatakan, Taiwan dan Hongkong sudah memberikan sinyal untuk Indonesia dalam penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Bahkan dua negara tersebut, termasuk Singapura sudah menyiapkan anggaran dan mekanisme protokol kesehatan untuk pekerja migran asal Indonesia.


“Meski begitu, kita menunggu kondisi di Indonesia lebih baik dan aba-aba dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. Ada tanda-tanda akhir bulan Juni [2020] dibuka kembali untuk beberapa negara yang tidak menutup, sementara ini ada Hongkong dan Taiwan,” kata Ednro, Kamis (4/6).

Terlebih, menanti kepastian dicabutnya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI No 151 Tahun 2020, tentang penghentian sementara penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri. Alhasil dari keputusan ini, lebih dari 30.000 tenaga migran batal berangkat ke negara tujuan. Padahal saat itu, banyak pekerja yang sudah mengantongi visa kerja.

“Berdasarkan keputusan tersebut, TKI diberhentikan pada pertengahan bulan Maret,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengaku, sudah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI maupun Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk menyiapkan protokol kesehatan bagi pekerja migran untuk mengantisipasi sebaran Covid-19.

“Jangan sampai pembukaan ini nantinya malah menimbulkan masalah baru, melalui pemunculan klaster-klaster baru,” pesannya.
Endro turut mengapresiasi negara-negara penempatan buruh migran itu. Mengingat, meski persoalan pagebluk di Indonesia belum mereda, tetapi negara-negara tersebut berkomitmen untuk mengimplementasi protokol kesehatan setibanya para pekerja tiba di negara tujuan.

“Negara-negara itu terus berkomunikasi dengan kami dan berharap agar pekerja migran bisa segera diberangkatkan. Protokolo kesehatan, termasuk karantina dua pekan dan biaya ditanggung sejak para pekerja migran mendarat,” tuturnya.

Sumber:gatra

No comments

Powered by Blogger.