Awalnya Latihan Tinju, Ujungnya Menghamili Mantan Siswinya



     Guru olahraga berinisial K terlihat lesu saat digiring penyidik PPA Satuan Reserse Polres Karanganyar ke ruang Jananuraga. Sorot kamera para wartawan membuat warga Sragen ini semakin tak berani menegakkan kepalannya.



Pelaku terpaksa di gelandang polisi, karena terbukti menghamili bekas muridnya sendiri yang berinisial ER (15).

Kapolres Karanganyar AKBP Laganek Mawardi mengatakan secara saat di periksa, K dengan gamblang menceritakan dirinya mengenal ER saat korban masih duduk di bangku SMP di mana K menjadi gurunya.

"Hubungan keduannya semakin terbina, saat ER tertarik pada dunia tinju. Di saat bersamaan K itu juga seorang asisten petinju," ujar Leganek, Selasa (23/6/2020).

Keduannya pun sering berhubungan melalui pesan singkat. Karena seringnya menjalin komunikasi, kedua insan berbeda usia itu pun sepakat mendeklarasikan sebagai pasangan kekasih. Semenjak itu keduannya sering berpergian bersama. Bahkan sejak berpacaran dengan korban, K pun semakin rajin pergi ke GOR. Termasuk merubah jadwal latihan, agar K bisa bertemu dengan K.

Hingga akhirnya, K mengajak ER ke Kebun Karet di Desa Pendem, Mojogedang, Karanganyar sebelum latihan tinju. "Rupannya, jauh sebelum pergi ke kebun karet, K sudah punya niat untuk menggarap ER luar dalam," terangnya.

Berbagai persiapan itupun dilakukan K. Mulai menyiapkan lotion anti nyamuk, membeli ayam goreng kremes, dan membawa spanduk untuk lesehan di kebun karet. Setelah semuanya komplit, K pun mengajak ER ke kebun karet.

Tanpa rasa curiga, ER pun akhirnya menuruti ajakan K. Karena di saat bersamaan saat itu pun waktu latihan tinju. Setelah selesai menyantap makanan yang telah dipersiapkan, K mengajak ER latihan "tinju" berdua di kebun karet. Karena terpaksa, ER pun akhirnya pasrah, kehormatannya direnggut pelaku.

Kejadian itu membuat K semakin ketagihan. Setiap ada kesempatan, K selalu meminta ER melayani hasratnya. Selesai melampiaskan, K selalu memberikan ER hadiah. Mulai dari kaca mata, kaos, sandal hingga sepatu.

"Akibat sikap jahilnya yang membuat ER berbadan dua, K dijerat UU Perlindungan Anak Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.