Badai Debu Sahara Terjang AS, Perburuk Kondisi Pasien Covid-19


     Badai debu Sahara menerjang wilayah Amerika Serikat. Fenomena ini membuat awan debu (dust cloud) Sahara yang masif, menyebabkan masalah kualitas udara di wilayah setempat.



Dilansir Nypost, awan debu Sahara besar yang menyebabkan masalah kualitas udara di Karibia menghantam AS untuk pertama kalinya pada Kamis, menurut laporan.


Gumpalan debu tebal yang cukup besar melanda pantai teluk Mississippi setelah bergerak ribuan mil dari gurun Afrika, menurut WJTV yang berbasis di Jackson.

Fenomena itu tampaknya semakin meluas. Badai itu kabarnya bergerak melalui Florida.

"Ini adalah event paling penting dalam 50 tahun terakhir," kata Pablo Méndez Lázaro, seorang spesialis kesehatan lingkungan di University of Puerto Rico.

Dijuluki "Gorilla Dust Cloud" untuk ukurannya yang menakjubkan, gambar satelit menunjukkan badai menggelapkan langit dan bergulir di barat laut Kamis pagi. Tampaknya juga menuju ke Louisiana dan sebagian Texas.

Menurut ahli, fenomena ini menyebabkan kualitas udara di Karibia mencapai tingkat "berbahaya" ketika menyapu daerah tersebut pada hari Rabu.

Pejabat kesehatan memperingatkan bahwa peristiwa cuaca dapat melemahkan sistem pernapasan orang yang berjuang melawan Covid-19.

    

Sumber :okezone

No comments

Powered by Blogger.