Begini Pesan Wishnutama Agar Pariwisata Bali Lekas Pulih


Bali berupaya menekan penyebaran wabah virus corona, sekaligus menerapkan langkah-langkah protokol kesehatan pada destinasi wisata dan hotel. Hal tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio. 

Wishnutama memberi kiat, agar pariwisata Bali lekas pulih, yakni mengedepankan kepercayaan turis, "Ketika wisatawan percaya, mereka akan datang, berkunjung dengan aman dan nyaman ke Bali," kata Wishnutama.
 
Wishnutama juga mengapresiasi Pemprov Bali yang telah siap mengimplementasikan protokol kesehatan di wilayahnya. Menurutnya, salah satu upaya membangun kepercayaan wisatawan, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan jauh-jauh hari. 
 
"Secara keseluruhan penyebaran COVID-19 di Bali ini relatif lebih rendah dibanding di tempat lain. Tapi sekali lagi yang perlu kita bangun di Bali adalah kepercayaan publik, kepercayaan dari wisatawan domestik maupun internasional. Itu yang perlu kita bangun karena bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan," katanya.
 

Wishnutama juga mendorong Pemprov Bali melakukan tiga tahapan pembukaan beberapa sektor di Bali. Setelah pada tahap pertama pembukaan dianggap berhasil dengan implementasi protokol kesehatan yang ketat. Ia berharap tahapan selanjutnya bisa dilalui dengan cepat.
 
Wishnutama meminta para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, agar dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. "Sehingga semua proses tahapan bisa kami review dan bisa memasuki tahap-tahap selanjutnya dengan lebih cepat," ujarnya. 
 
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan tiga tahapan untuk implementasi protokol kesehatan menyambut kenormalan baru. Tahap pertama akan dilakukan pada 9 Juli 2020. 
 
"Kami berencana kalau situasinya kondusif itu 9 Juli kami akan mulai membuka untuk pergerakan di Bali dalam beberapa sektor kecuali pendidikan dan pariwisata," ujarnya.
 
Tahap kedua akan dilakukan pada Agustus 2020 dengan catatan apabila pergerakan tahap pertama kondusif dan berhasil. Maka akan dilanjutkan ke tahap kedua untuk wisatawan nusantara. Setelah tahap kedua berhasil berlanjut ke tahap ketiga dengan mulai membuka destinasi bagi wisatawan mancanegara pada September 2020.


"Tapi ini hanya persiapan dan ancang-ancang, bukan jadwal pelaksanaan. Jadi atau tidak tergantung dari perkembangan situasi dan dinamika COVID-19 khususnya perkembangan transmisi lokal di Bali," ujarnya.
 
Menurut Koster, pihaknya tak ingin terburu-buru membuka pariwisata Bali, agar tak terjadi gelombang kedua pandemi virus corona di wilayahnya. 


Sumber : tempo.com

No comments

Powered by Blogger.