Demo Black Lives Matter, Warga Australia Abaikan Peringatan COVID-19



   Kasus Virus Corona (COVID-19) sudah menurun, namun pemerintah masih meminta masyarakat mengikuti protokol kesehatan. Imbauan pemerintah tidak diindahkan oleh sekelompok warga Sydney yang memilih unjuk rasa Black Lives Matter.



Dilaporkan VOA Indonesia, Minggu (7/6/2020), Para demonstran berunjuk rasa di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne dan di kota-kota kecil di seluruh negara itu, setelah pengadilan membatalkan sebuah putusan pada Jumat lalu yang menyatakan demo di Sydney itu ilegal atas pertimbangan kesehatan.

Pemerintah khawatir jika demonstasi bisa membuat lonjakan kasus COVID-19.

Para peserta membawa poster-poster bertuliskan “Saya tak bisa bernapas,” salah satu kalimat terakhir yang diucapkan oleh George Floyd pada 25 Mei. Dia adalah warga kulit hitam Amerika yang meninggal dunia setelah lehernya ditindih lutut seorang polisi berkulit putih.

Poster lain bertuliskan “Cerita sama, tanah berbeda,” merujuk pada rasisme sistemik di negara itu yang menyebabkan banyak kematian warga Aborigin Australia dan tingginya tingkat penahanan terhadap warga suku asli tersebut.

Sementara, Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) telah mengubah anjurannya mengenai masker. WHO mengatakan masker harus dikenakan di tempat dimana COVID-19 tersebar luas dan sulit melakukan jaga jarak.

Sumber :liputan6

No comments

Powered by Blogger.