George Floyd Challenge Muncul di Media Sosial, Warganet Marah



      Situs media sosial mengambil tindakan keras terhadap tantangan daring menjijikkan di mana orang-orang berpose dengan lutut di leher seorang temannya, menirukan adegan tewasnya George Floyd, seorang kulit hitam, oleh polisi yang menahannya.



Tren itu pertama kali terungkap ketika tiga remaja ditangkap di Inggris dan diselidiki atas dugaan kejahatan kebencian karena berpose dalam cara yang sama seperti saat Floyd kehilangan nyawanya pada Memorial Day di Minneapolis.

Namun, beberapa foto lain kemudian muncul, mengklaim adegan itu sebagai bagian dari “Tantangan George Floyd (George Floyd Challenge)”.

Tantangan ini memicu aksi dari beberapa raksasa media sosial yang segera melakukan penyensoran dengan #GeorgeFloydChallenge tidak memberikan hasil apa pun dalam pencarian di Facebook dan ditautkan pada pesan "Hashtag is Hidden" atau “Tagar Disembunyikan” di situs Instagram.

“Kami sadar, dan sedang menghapus posting ini karena melanggar Standar Komunitas kami,” kata juru bicara Facebook kepada New York Post. Dia mencatat bahwa tagar itu dianggap “mendorong partisipasi dalam tantangan viral berisiko tinggi.”

Tantangan itu juga memicu kemarahan dari pengguna lain, dengan banyak yang mem-posting foto orang-orang yang melakukannya dengan harapan mereka bisa dikenali dan dipermalukan.

"Bagaimana mungkin orang-orang sekarat di luar, seluruh komunitas afro akhirnya mengatakan dengan keras bahwa #EnoughIsEnough dan... Anda datang dengan tantangan yang menjijikkan ini," tulis seorang pengguna, menyebutnya tantangan itu "MEMALUKAN".

"Ini menjijikkan," tulis seorang pengguna dalam cuitan di Twitter. "Siapa yang melakukan ini?"

Twitter, Snapchat dan TikTok belum memberikan komentar mengenai tantangan itu.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.